SUARA CIANJUR - Belum lama ini, tepatnya pada(18/7/2023), Komite Disiplin PSSI mengumumkan hasil sidang terkait beberapa pelanggaran yang terjadi dalam kompetisi BRI Liga 1 2023/2024.
Informasi mengenai hasil sidang ini dipublikasikan melalui akun Instagram resmi PSSI. Salah satu hasil sidang atas pelanggaran dalam kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 adalah terkait pemain Tim Dewa United FC, Sdr. Asep Berlian.
Dalam pertandingan melawan Persib Bandung, Asep melakukan tekel keras kepada pemain lawan dan terbukti luput dari perhatian perangkat pertandingan.
Akibatnya, Asep dijatuhi hukuman tambahan larangan bermain selama 3 pertandingan dan denda sebesar Rp10.000.000. Selain pemain, ofisial kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 juga tidak luput dari sanksi.
Johannes Hendrikus Olde Riekerink, ofisial Tim Dewa United FC, tidak memakai ID Card selama pertandingan dan mengabaikan peringatan dari pengawas pertandingan. Akibatnya, ia mendapatkan hukuman teguran keras.
Kemudian, pemain Tim Madura United FC, Sdr. Muhammad Tahir, juga terkena hukuman akibat menyikut pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung dalam pertandingan melawan Bali United FC. Muhammad Tahir dikenai larangan bermain selama 2 pertandingan dan denda sebesar Rp10.000.000.
Bali United FC juga mendapat sanksi karena ada 5 pemainnya yang mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Madura United FC. Mereka dihukum dengan denda sebesar Rp50.000.000.
Terakhir, pemain dari Rans Nusantara FC, Sdr. Try Hamdani Goentara, mendapatkan larangan bermain selama 2 pertandingan dan denda Rp10.000.000 karena menendang pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung dalam pertandingan saat melawan Persita Tangerang.
Postingan hasil sidang Komite Disiplin PSSI terkait kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 ini tentu menarik perhatian banyak warganet.
Beberapa di antaranya memberikan komentar mengenai pelanggaran dan sanksi yang diberikan kepada pemain dan tim.
Salah satu warganet menulis pujian untuk Muhammad Tahir karena sikap sportifnya saat menerima kartu merah tanpa banyak protes.
"Tapi Salut sama pemain M Tahir dari Madura United saat mendapatkan kartu merah, langsung nggak banyak protes dan mengakui kesalahannya dan pemain langsung bergegas keluar lapangan," tulis akun @ang***.
Namun, ada juga komentar yang mengkritik PSSI karena dianggap tidak tegas dalam memberikan sanksi terhadap beberapa insiden yang terjadi sebelumnya, seperti kerusuhan antara Arema dan Persik serta bentrok antara fans PSM.
Warganet menyoroti perlunya konsistensi dan keadilan dalam menegakkan disiplin di lapangan sepak bola.
"Kocak kok Persik dan Arema kemarin bentrok gak di hukum dan sama fans PSM juga bentrok waktu lalu, kalo mau hukum jangan pilih pilih harus tegas ke siapapun @pssi @erickthohir," tulis akun @amb***.