Deli-Suara.com - Presiden Jokowi menghadiri acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2022 di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (7/7/2022).
Jokowi bicara mengenai dampak mengerikan perang Ukraina-Rusia yang mengakibatkan krisis pangan dan energi di dunia.
"Dampak buruknya, pandemi dan perang mendongkrak kenaikan dan ketersedian pada pangan dan energi. Banyak negara telah merasakan dampak nyata bahkan hingga kekurangan pangan akut," kata Jokowi.
Meski kondisi ini mengancam Indonesia, Jokowi menyampaikan hingga saat ini Indonesia masih bisa bertahan dengan tidak menaikkan harga pangan dan energi.
Di sektor pertanian, Indonesia berhasil tak ekspor beras dalam tiga tahun terakhir. Sedangan di bidang energi pemerintah tak menaikkan BBM jenis pertalite.
Kenaikan harga pangan secara tajam berpotensi terjadi krisis pangan yang berefek angka stunting juga akan semakin tinggi.
Dalam kondisi sulit ini, Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk tetap bersyukur dan memperhatikan gizi di setiap keluarga. Kelak, anak-anak adalah generasi masa depan yang akan jadi wajah negara.
"Kalau anaknya stunting, kurang gizi bagaimana mau bersaing di tingkat internasional," kata Jokowi.
Jokowi berharap pada 2024 angka stunting nasional harus turun menjadi hanya 14 persen saja. Data 2021 stunting sudah di angka 24,4 persen.
"Pada 2014 saat saya masuk angka stunting 37 persen. Jadi penurunannya tinggi, dan pada 2024 harus bisa 14 persen," pungkasnya.