facebook

Pesan untuk Ibu-Ibu, Jokowi: Punya Anak Tiga Boleh, Tapi Diatur Jarak Usianya

Ria Rizki Nirmala Sari
Pesan untuk Ibu-Ibu, Jokowi: Punya Anak Tiga Boleh, Tapi Diatur Jarak Usianya
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 di Medan, Kamis (7/7/2022). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Menurutnya jarak itu penting diperhatikan untuk kesehatan sang ibu hingga gizi anak.

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan kepada ibu-ibu kalau memiliki anak lebih dari dua itu memang diperbolehkan. Namun ia mengingatkan agar ibu-ibu bisa mengatur jarak usianya.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 di Medan, Kamis (7/7/2022). Awalnya Jokowi mengajak para tamu hadirin untuk berdialog.

"Jadi ibu-ibu ini boleh mempunyai anak satu, boleh? Anak dua boleh? Anak tiga boleh?," tanya Jokowi.

Jawaban para tamu hadirin pun beragam. Ada yang meneriakan boleh, tetapi ada juga yang mengatakan tidak boleh.

Baca Juga: Riwayat Babarsari Sebelum Masyhur Disebut The Gotham City: Tempat Pelarian Warga Wonosari Akibat Wabah Pes

Kemudian Jokowi mengatakan kalau memiliki anak lebih dari dua itu diperbolehkan asalkan harus diatur jarak kelahirannya. Menurutnya, kelahiran anak itu harus diatur minimal lebih dari tiga tahun.

"Benar boleh, tapi jaraknya diatur, lebih dari tiga tahun, jangan tiap tahun punya anak, lebih dari tiga tahun diatur," ujarnya.

Menurutnya jarak itu penting diperhatikan untuk kesehatan sang ibu hingga gizi anak.

"Sehingga ibu sudah pulih, gizinya baik, boleh punya anak lagi dan paling penting menyiapkan pendidikannya agar menjadi SDM generasi penerus yang berkualitas," tegasnya.

Kemudian terkait dengan gizi anak-anak penerus bangsa, Jokowi menyampaikan pentingnya kemandirian pangan. Ia mengajak seluruh keluarga di Indonesia terutama di daerah pedesaan untuk memanfaatkan lahan.

Baca Juga: 25+ Kata-Kata Motivasi Hidup, Bisa Jadi Pembakar Semangat

Lahan yang kosong bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam maupun beternak.

"Jangan sampai ada lahan kosong, gunakan untuk memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari dan meningkatkan asupan gizi anak-anak kita ini penting," ucapnya.

Komentar