Deli.Suara.com - Mantan Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu meyakini kalau Irjen Ferdy Sambo bisa berubah jadi pahlawan seandainya berani jujur membeberkan borok kasus besar yang lainnya.
Hal ini disampaikan Said Didu lewat cuitan di akun Twitternya @mssaid_didu pada, Selasa (16/8/2022).
"Masih terbuka kesempatan bagi Sambo berubah menjadi "pahlawan" jika beliau mau bernyanyi secara jujur terhadap rekayasa apa saja yang pernah dilaksanakan atas arahan atasan dan penguasa," tulisnya.
Sontak saja cuitan Said Didu langsung ramai dikomentari warganet di kolom komentar cuitan twitternya.
"Jika dia 'nyanyi', mungkin bakal terjadi tsunami kubro menerjang lembaga ini. Tapi itu lebih baik," tulis pengguna Twitter @apraxxxxx.
"Ayo Sambo saatnya jadi Rambo. Jadikan mulutmu itu senjatamu untuk menembak kebusukan," tulis @SFxxxxxx.
Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka utama kasus pembunuhan Brigadir J yang tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.
Polri kesulitan mengungkap perkara ini karena ada upaya menghambat penyidikan dan tempat kejadian perkara dirusak oleh penyidik yang awalnya menangani kasus ini.
Kasus penembakan ini terungkap setelah Kapolri membentuk tim khusus yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto untuk mengambil alih penanganan perkara.
Baca Juga: Penjelasan Bobby Nasution Soal Pembongkaran Tugu di depan Kantor Pos Medan
Polri telah menahan Fredy Sambo, Bripka R, Bharada E dan sopir pribadi berinisial K sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.
Sebanyak 16 polisi termasuk dua jenderal saat ini menjalani penempatan khusus di Mako Brimob dan Divisi Propam atas kasus pelanggaran kode etik dan disiplin Polri. Setidaknya 25 personel lain juga terancam dibawa ke sidang kode etik dan disiplin.