SuaraBandung.id - Motif apa yang menyebabkan Ferdy Sambo memerintahkan anak buahnya menembak mati Brigadir J belum terungkap.
Namun, sejumlah isu dan beberapa fakta mencuat, sehingga bola liar tentang motif pembunuhan semakin liar
Saat ini isu tentang LGBT semakin kencang. Isu tersebut berhembus kencang sejak Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalang pembunuhan Brigadir J.
Di media sosial, isu LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo semakin deras.
Hal itu lantaran pihak kepolisian belum membuka motif pembunuhan ke publik.
Belum lama ini, Kabareskrim Polri Agus Andrianto mengatakan jika motif pembunuhan Brigadir J bukan konsumsi publik.
Selain itu, mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara menyinggung soal isu LGBT dalam kematian Brigadir J.
Belum lagi ada dugaan jika perselingkuhan sang jenderal menjadi awal terjadinya pembunuhan.
Semua isu tersebut semakin luar dan membuat runyam tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Dua Pemuda di Jogja Edarkan Ribuan Pil Yarindo, Salah Satu Pelaku Berprofesi Driver Ojol
Saat memberikan keterangan, Deolipa Yumara menyinggung terkait kecemburuan sesama jenis pria dan pria.
Penjelasan Deolipa tentang dugaan yang menyinggung soal LGBT, kemudian digoreng dan disebar melalui TikTok @holtemontea84.
Dari sana, isu semakin liar. Publik lantas menyimpulkan dugaan motif kecemburuan LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Ini saya kasih kode ke masyarakat Indonesia, ini ada peristiwa yang sensitif, tanggal 7 sore itu ada peristiwa yang sensitif, karena ini publik yah saya nggak akan bicara, seperti kata Mahfud, pak Mahfud bilang apa itu, hanya dikonsumsi orang dewasa," kata Deolipa, mengutip wawancara TV One dari Youtube Pintu Merdeka, Minggu 14 Agustus 2022.
Sementara itu, dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier, Mahfud MD menyebut pemicu pembunuhan Brigadir Yosua mengerikan dan menjijikan.
"Cerita laporan pemeriksaan itu mengerikan, mengerikan campur menjijikan juga makanya saya bilang sensitif," kata Mahfud MD. (Tommy MI Pardede/Berita Subang)