Deli.Suara.com – Berdasarkan pantauan PIHPS Sumut, dalam sebulan terakhir terjadi kenaikan harga beras dalam rentang Rp200 hingga Rp400 per Kg nya. Mulai dari jenis beras kualitas bawah, medium hingga yang super.
Walaupun di Kota Medan harga beras masih terpantau stabil. Bahkan, beberapa jenis beras medium dan premium belakangan harganya mengalami penurunan.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan beras merupakan bahan makanan pokok, sangat sensitif terhadap perubahan daya beli masyarakat. Bahkan, kemampuan dalam pengendalian harga beras ini menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan tingkat kemiskinan masyarakat di suatu daerah.
Menurutnya, sejauh ini indikasi kesejahteraan petani khususnya petani tanaman pangan (padi) secara nasional indeksnya masih di atas 100.
“Tepatnya di angka 108,82 pada Agustus 2022. Ini menunjukkan bahwa daya beli petani tanaman pangan khususnya padi secara nasional masih terjaga. Akan tetapi daerah lain seperti Sumatera Utara itu nilai tukar petani (NTP) tanaman pangannya ada di level 95.14, daya belinya memang mengalami tekanan. Dan bila dirinci lebih mendetail, sebenarnya indeks yang diterima oleh petani tanaman pangan si sumut sebesar 106.66,” jelas Gunawan Benjamin, Senin (19/9/2022).
Walau begitu, Gunawan Benjamin mengatakan, indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi di level 112,12. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya produksi, angkanya masih lebih besar dibandingkan dengan harga yang diterima dari penjualan gabah atau berasnya.
“Jadi tantangan Sumut ada di situ,” katanya.
Gunawan menuturkan, dalam sebulan terakhir harga di Sumut untuk beras kualitas bawah yang sebelumnya Rp9.900 hingga Rp10.400 per Kg, saat ini menjadi Rp10.100 hingga Rp10.750 per Kg nya.
Sementara untuk beras medium, berada di kisaran angka Rpp11.400 sampai Rp11.550 sebulan lalu. Namun saat ini dijual dengan harga Rp11.700 hingga Rp11.750.
Baca Juga: Video Naik Private Jetnya Viral, Ketua Banggar DPR ini Ngotot Hapus Daya Listrik 450 VA
Sedangkan untuk beras kualitas super, semula dijual dengan harga Rp12.300, saat ini berada di angka Rp12.500 hingga Rp12.700 per Kg.
Sejauh ini pantauan harga beras di Sumut naik dalam rentang Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per karungnya.
“Jika harga beras naik terus nantinya angka kemiskinan bisa bertambah. Tetapi kalau tidak naik, petani di Sumut yang indeksnya di bawah seratus akan terjebak dalam stagnasi yang juga bisa berujung pada penurunan daya beli di bawah angka garis kemiskinan. Jadi pemulihan daya beli petani itu ada pada pengendalian harga gabah yang seharusnya bisa dinaikkan di wilayah Sumut,” paparnya.
“Ditambah lagi kenaikan harga barang atau inflasi di pedesaan harus bisa ditekan untuk mengurangi pengeluaran para petani. Jadi Sumut tengah berhadapan dengan dilema saat ini, khususnya terkait pengendalian daya beli petani, atau justru menekan angka kemiskinan secara keseluruhan di Sumut,” tambahnya.
Oleh karena itu, Gunawan menyarankan pemerintah untuk mengambil kebijakan alternatif, yaitu memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran bagi petani padi saat harga gabah sulit untuk dinaikkan.
Selain itu bisa juga dengan menambah bantuan sosial pada masyarakat miskin saat gabah terpaksa harus naik harganya. Dan masih ada beberapa skenario kebijakan lain yang bisa diambil.