Apakah Akupuntur Bukan Pengobatan Alternatif ?

Deli

Kamis, 29 September 2022 | 07:51 WIB
Apakah Akupuntur Bukan Pengobatan Alternatif ?
dokter Jimi WIhono (dok pribadi)

Sebagian dari Anda mungkin bertanya, apakah akupuntur bukan pengobatan alternatif ? Di Indonesia, pengobatan alternatif tumbuh dengan pesatnya. Akan tetapi banyak dari jenis pengobatan tersebut belum teruji dan diakui dalam dunia medis.

Akupuntur, di Indonesia sendiri, masih kerap dikelompokkan sebagai pengobatan alternatif. Namun, pendapat umum tersebut dikoreksi oleh Ahli Akupuntur asal Medan, dokter Jimi Wihono.

Dilansir dari YakinSehat.id, menurut dokter Jimi, terapi akupuntur bukan lagi termasuk dalam kategori pengobatan alternatif.

“Bukan alternatif, melainkan komplimenter atau pelengkap,” ujar dokter Jim kepada awak media belum lama ini.

Apakah Akupuntur Bukan Pengobatan Alternatif ?


Dia mengatakan, akupuntur sudah diakui di dunia dan di Indonesia. “Direktur jenderal World Health Organisation (WHO), Margaret Chan, menyatakan strategi pengobatan herbal tradisional di daerah pedesaan terutama di Negara berkembang akan terus menjadi strategi dan perhatian serius WHO hingga tahun 2023.”

Sementara di Indonesia, akupunktur merupakan salah satu metode pengobatan yang telah diakui di dunia medis. Sesuai dengan Permenkes no 1186/Menkes/Per/XI/1996 tentang Pemanfaatan Akupunktur di Sarana Pelayanan Kesehatan.

“Itu sebabnya di sejumlah Rumah Sakit, termasuk di Medan, sudah menyediakan fasilitas layanan akupuntur. Sebagai pelengkap dalam pengobatan medis bagi pasien,” terang akupunturis tersebut.

Dahulu, terapi akupuntur atau Acupuncture  memang hanya dikenal di dunia pengobatan timur. Tetapi kini, pengobatan barat pun sudah mulai mengadopsinya berlandaskan ilmu biomedik dan evidence-based medicine yang sekarang dikenal sebagai Akupunktur Medik.

baca juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merekomendasikan acupunture sebagai bagian dari upaya kesehatan. Dan di Indonesia sendiri beberapa Rumah Sakit juga sudah tersedia Dokter Spesialis sebagai penunjang dalam sistem kesehatan nasional.

Akupuntur lebih dikenal sebagai self-healing karena kemampuannya untuk meningkatkan sistem imun tubuh sehingga dengan sistem imun yang baik diharapkan segala penyakit akan hilang.

Secara mendasar akupuntur dilakukan dengan memasukkan jarum halus pada permukaan tubuh, dengan tujuan untuk mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh dan mengobati penyakit.

Saat akan melakukan terapi akupuntur, spesialis akupuntur akan menanyakan perihal kesehatan pasien dan akan melakukan tindakan sesuai dengan pasien butuhkan.

Jarum akupuntur akan ditusukkan pada titik tertentu dan umumnya lima sampai 20 jarum akan ditusukkan ke tubuh dan didiamkan selama 10 sampai 20 menit.

Tidak hanya mengatasi masalah mental, akupuntur dapat atasi masalah fisik yang ada di tubuh seperti kekauan otot, obesitas, nyeri pinggang dan bahkan bisa mengatasi masalah kecantikan tubuh. [BAB]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terbang ke Malaysia Kini Tidak Wajib Pakai Masker, Kecuali Alasan Berikut Ini

Terbang ke Malaysia Kini Tidak Wajib Pakai Masker, Kecuali Alasan Berikut Ini

News | Kamis, 29 September 2022 | 06:32 WIB

Apa Bedanya? Kenali Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Apa Bedanya? Kenali Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Tantrum | Kamis, 29 September 2022 | 06:05 WIB

Awal Oktober! Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Terbit

Awal Oktober! Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Terbit

Tantrum | Kamis, 29 September 2022 | 05:31 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar

Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:16 WIB

DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman

DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:10 WIB

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:59 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup

Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup

Jabar | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:14 WIB

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati

Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati

Jabar | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:03 WIB

×