Parkiran aman, tempat camping pun nyaman. Hal ini dikarenakan, adanya hamparan tanah di tepi danau, siap memfasilitasi tenda-tenda untuk para penikmat alam.
Jangan lupa, kalau berkemah di sini, sebaiknya barbeque bersama keluarga tercinta. Sebab, memanggang makanan kesukaan di malam hari, sambil melihat langit yang berbintang, akan menambah kenikmatan tiada tara.
Kenyang bersantap dengan menu utama, saatnya matikan lampu untuk tidur sejenak, agar tak ketinggalan sun rise. Spot yang cocok untuk melihat matahari terbit di Pulau Situngkir, yang tak jauh dari area kamping.
Berdiri di tempat ini, dengan memakai jaket dan membawa secangkir kopi hangat cukup lengkap rasanya. Wajib rasanya, untuk mengabadikan setiap detik momen sang surya tiba.
Cahaya-cahaya matahari yang menyinari air danau, terpantul ke bukit-bukit sabana yang telah menguning, menambah keindahan tak ternilai dari Sang Pencipta. Rasanya, patut bersyukur kepada Sang Khalik, kita hidup dan lahir di Negara Indonesia yang sungguh maha kaya.
2. Tugu dan Makam Raja Silalahi
Matahari telah di atas kepala, saatnya siap-siap beranjak ke Tugu dan makam Raja Silalahi. Bagaikanan makan sayur tanpa garam, jika tidak ke tempat ini. Perjalanan dari Desa Silalahi III, hanya menempuh waktu sekitar 20 menit lamanya.
Sesampai di komplek Makam Raja Silalahi, sebuah tugu menjulang tinggi telah menghampiri. Mata pun terpanah melihat relief dan gambar budaya Batak ini.
Tak ketinggalan mencoloknya, satu bangunan berbentuk rumah Bolon besar di sampingnya, ternyata itu adalah makam para raja.
Baca Juga: Spesifikasi Realme 10 4G Bocor, Akan dirilis 1 November
Sedikit menceritakan Raja Silahisabungan, tak terlepas dari yang namanya suku Batak Toba. Awal nama Raja Silahisabungan adalah Silahi berarti seorang laki-laki dan sabungan berarti petarung atau pendekar. Silahisabungan dapat diartikan seorang laki yang pandai bertarung. Hal ini tampak dari relief-relief yang terdapat pada tugu/makan tersebut.
Perkembangan waktu, Raja Silahisabungan dijadikan marga yaitu Silalahi.
Awalnya, beliau berasal dari suatu daerah yang bernama Balige, merantau ke suatu daerah di sebelah Barat tepian Dana Toba yang disebut Desa Silalahi Nabolah, yang pada saat itu masih berbatasan dengan Paropo.
Masa hidupnya, sang raja banyak meninggalkan pusaka yang baik yang dibuat langsung keturunannya, yang saat ini menjadi warisan Negara.
3. Pantai Mutiara
Tak jauh dari komplek pemakaman, sebuah garis pantai sudah terlihat dari kejahuan, ternyata itu adalah Pantai Mutiara yang telah diidam-idamkan. Sangat cocok untuk menutup liburan akhir pekan, di Silahisabungan.