Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Bella, Lilis Varwati

Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Wamenkes Dante menyatakan kelompok anti vaksin masih ada secara global namun tidak menghambat program imunisasi pemerintah Indonesia.
  • Pemerintah menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyajikan data akurat menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas.
  • UNDP menilai penolakan vaksin dipicu kekhawatiran orang tua, faktor budaya, serta kebutuhan edukasi kolaboratif dari berbagai pihak terkait.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai keberadaan kelompok anti vaksin masih menjadi tantangan nyata dalam program imunisasi. Walau begitu, menurutnya, kelompok tersebut tidak mengganggu pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi kepada masyarakat.

Fenomena ini, kata Dante, bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Alih-alih pendekatan represif, pemerintah justru menekankan pentingnya peran informasi yang akurat dan mudah dipahami untuk merespons narasi anti vaksin.

“Sebenernya kalau teman-teman media ini turut berperan aktif, nggak ganggu sih. Tinggal bikin tulisan-tulisan yang banyak, yang nggak bener itu, dijawab dengan satu tulisan jurnalistik yang berbasis pada data yang akurat, pasti akan ternetralisir,” ujar Dante usai temu jurnalis dalam Pekan Imunisasi Nasional di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kelompok anti vaksin tidak perlu diposisikan sebagai musuh. Namun, ruang publik harus diisi dengan informasi yang lebih kredibel agar persepsi masyarakat tidak dibentuk oleh narasi yang menyesatkan.

Oleh sebab itu, Dante meminta kepada jurnalis agar tidak terjebak pada bahasa jurnalistik yang rumit dan sulit dipahami masyarakat umum ketika membuat tulisan soal vaksin.

“Tolong ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat, bukan bahasa jurnalistik yang susah. Semakin disajikan dalam bentuk yang paling sederhana, tapi bisa mengena hatinya masyarakat, itu akan lebih bermanfaat daripada informasi yang salah,” ujarnya.

Ia menegaskan, eksistensi kelompok anti vaksin tidak bisa dihapus sepenuhnya. Bahkan, secara global fenomena ini masih terus muncul dengan berbagai latar belakang.

“Anti-vax itu tetap ada, bukan saja di Indonesia, tapi di beberapa negara-negara lain,” kata Dante.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Sujala Pant, menilai penolakan terhadap vaksin sering kali berakar dari kekhawatiran orang tua terhadap efek yang mungkin ditimbulkan pasca vaksin.

baca juga

“Mungkin mereka takut bahwa itu akan mempunyai efek berat. Dan menurut saya, sebagai orang tua yang bertanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka, Anda ingin yakin bahwa apa yang diberikan akan melindungi mereka,” ujar Sujala.

Ia menambahkan, faktor lain seperti budaya, kondisi sosial, hingga keterbatasan akses dan pemahaman informasi juga berkontribusi terhadap munculnya sikap anti vaksin.

“Mungkin kultural, sosial, tidak memiliki informasi yang cukup, atau tidak bisa memahami informasi secara sederhana,” katanya.

Sujala menekankan bahwa tanggung jawab untuk meredam misinformasi tidak hanya berada di pemerintah, tetapi juga pada figur publik, tenaga kesehatan, dan media.

“Menurut saya, tugas kita, sebagai publik figur, sebagai profesional, sebagai pakar kesehatan, sebagai dokter adalah untuk bekerja, untuk meminimalkan informasi-informasi yang salah,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya βž”
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya βž”
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya βž”

Komentar

Terkait

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah

Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:11 WIB

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

News | Senin, 20 April 2026 | 19:05 WIB

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:03 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:22 WIB

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 21:52 WIB

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Health | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×