Beredar narasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi otak di balik kasus penjegalan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kabar itu menjadi viral setelah dibagikan akun YouTube Populer News. Hingga berita ini dipublikasikan, kabar Jokowi 'menjegal' Anies sudah disaksikan mencapai 8 ribu kali.
Dalam narasinya, akun ini menyebut bahwa seorang pria telah ditangkap atas kasus penjegalan bakal calon presiden atau capres 2024 Anies Baswedan.
Saat ditangkap, pria tersebut kemudian mengaku dirinya melakukan aksi penjegalan atas perintah Presiden Jokowi.
Adapun narasi yang dibagikan akun Populer News lewat judul sebagai berikut:
“TERCYDUK JEGAL ANIES!! ORANG INI AKUI SEMUANYA ATAS PERINTAH JOKOWI”
Lantas benarkah narasi tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi Presiden Jokowi ternyata merupakan dalang di balik kasus penjegalan Anies adalah tidak benar.
Faktanya isi video yang dibagikan akun Populer News sama sekali tidak memberikan informasi kredibel terkait adanya kasus penjegalan Anies. Begitu pula terkait keterlibatan Jokowi, sama sekali tidak ada bukti valid.
Narator dalam video justru terdengar membacakan artikel yang diunggah oleh wartaekonomi.co.id. Artikel yang dimaksud berjudul “Relawan Jokowi Belah Dua Dukung Ganjar dan Prabowo Untuk Jegal Anies ke Putaran Kedua: Kalau Lolos Siapapun Lawannya, Anies Menang!”.
Selain itu, video berdurasi 4 menit 18 detik itu berisi tentang pernyataan relawan Anies Baswedan yang bernama Reiza Patters. Reiza mengatakan bahwa relawan Jokowi sekarang ini sudah terbelah menjadi dua kubu.
Kubu pertama dinilai mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Sedangkan kubu satunya mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mencalonkan diri sebagai capres di Pilpres 2024.
Situasi itu, kata Reiz, dinilai seolah-olah memang sengaja diciptakan untuk menjegal Anies Baswedan dari pertarungan capres di Pemilu 2024 mendatang.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi Presiden Jokowi terbukti menjadi dalang kasus penjegalan Anies Baswedan adalah kabar hoaks.
Narasi tersebut masuk ke dalam kategori informasi yang salah.