Viral PSI Usul Sistem Kepesertaan BPJS Kesehatan Dihapus: Ini 10 Poinnya, Jadi Trending!

Deli

Senin, 19 Juni 2023 | 13:05 WIB
Viral PSI Usul Sistem Kepesertaan BPJS Kesehatan Dihapus: Ini 10 Poinnya, Jadi Trending!
bpjs ((Ist))

Kata kunci 'BPJS' menjadi trending topic di Twitter usai cuitan Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi. Dalam cuitannya, ia menyarankan agar sistem kepersetaan BPJS Kesehatan dihapus.

Dedek juga memberikan 10 alasan mengapa pemerintah Indonesia perlu menghapus sistem kepesertaan BPJS Kesehatan. Alasan pertama, BPJS diciptakan dari semangat keadilan sosial, yang artinya semua WNI berhak mengakses layanan kesehatan ini tanpa syarat.

"Alasan pertama, BPJS dibentuk dari semangat perwujudan keadilan sosial, terutama mengacu pada UU no 40 tahun 2004 tentang SJSN sebagai pelaksanaan dari konstitusi UUD 1945 pasal 28H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2 yakni kewajiban negara memenuhi hak WNI untuk mengakses layanan kesehatan TANPA TERKECUALI," cuit Dedek dalam akun Twitter, Senin (19/6/2023).

Namun kenyataannya, banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan hak layanan kesehatan lantaran persoalan administratif. Ditambah adanya pemisahan dua kelompok masyarakat dalam mengakses BPJS, sehingga memicu diskriminasi.

"(Dua) pada prakteknya, dengan sistem BPJS yang sekarang, banyak WNI terenggut haknya dalam pemenuhan layanan kesehatan karena hal administratif," jelas Dedek.

"(Tiga) disamping, adanya pemisahan dua kelompok masyarakat yang berbeda mengakses layanan kesehatan pada FKTP dan FKRTL, yakni pasien BPJS dan pasien non BPJS kerap melahirkan diskriminasi. Hal ini disebabkan kepesertaan BPJS yang ditentukan oleh iuran," sambungnya.

BPJS berbasis iuran, lanjut Dedek, justru membuat tujuan mencapai akses kesehatan universal tidak tercapai.

"(Empat) BPJS Kesehatan sudah ada sejak 2014 dan sistem kepesertaan berbasis iuran yang dipakai oleh BPJS adalah turunan dari sistem pembiayaan contributory yang hingga kini masih berlangsung," papar Dedek

"(Lima) pada akhirnya, BPJS yang bertujuan menjadi instrumen universal health coverage menjadi tidak tercapai," lanjutnya.

baca juga

Selain itu, permasalahan yang sering terjadi adalah buruknya sistem pendataan BPJS Kesehatan bagi warga miskin. Alhasil, banyak masyarakat miskin justru tidak bisa mendapatkan akses kesehatan lewat BPJS. 

"(Enam) sebetulnya sudah ada BPJS PBI (KIS) untuk warga miskin. Namun karena buruknya sistem pendataan, banyak orang miskin yang tidak terdata (exclusion error) dan warga non-miskin yang mendapat KIS (inclusion error)," terang Dedek.

"(Tujuh) yang menjadi masalah adalah nyawa tidak bisa menunggu perbaikan sistem pendataan yang carut marut. Itulah kenapa PSI menggaungkan 'BPJS Gratis' yang makna sebetulnya adalah menghapus sistem kepesertaan," tambah Dedek.

Situasi itu membuat PSI turut menyerukan agar BPJS Kesehatan gratis dengan menghapus sistem kepesertaan. Sebagai gantinya, pembiayaan BPJS Kesehatan diusulkan PSI untuk memakai uang pajak.

"(Delapan) pembiayaan yang digagas PSI menggunakan sistem tax financed (pajak), yaitu earmarking PPN/PPNBM sebanyak 1% tanpa harus menaikkan pajak. Bukan hanya gratis, tapi juga layanannya bersifat nation-wide, bukan localised seperti sekarang," saran Dedek.

"Sebagai catatan, earmarking serupa telah diberlakukan untuk cukai rokok, di mana peruntukannya 50% untuk kesejahteraan petani, 25% untuk kesehatan dan 25% untuk penegakan hukum," lanjutnya.

Dedek melanjutkan, dengan menghapus sistem kepesertaan BPJS Kesehatan, maka pemerintah dapat fokus meningkatkan layanan BPJS. Apalagi menciptakan 'BPJS Gratis' dinilai PSI sebagai perjuangan suci sesuai konstitusi. 

"(Sembilan) BPJS yang saat ini mengurus kepesertaan dan layanan, apabila sistem kepesertaan dihapus, dapat memfokuskan seluruh sumber dayanya untuk meningkatkan layanan," ujar Dedek.

"(Sepuluh) ini adalah amanat konstitusi kita yang harus kita perjuangkan, sebuah perjuangan suci," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siapa IShowSpeed? Youtuber Viral yang Bertemu dengan Cristiano Ronaldo

Siapa IShowSpeed? Youtuber Viral yang Bertemu dengan Cristiano Ronaldo

Bola | Senin, 19 Juni 2023 | 11:35 WIB

Penumpang Garuda Indonesia Tidak Dapat Kursi Padahal Sudah Check In dan Pegang Boarding Pass, Kok Bisa?

Penumpang Garuda Indonesia Tidak Dapat Kursi Padahal Sudah Check In dan Pegang Boarding Pass, Kok Bisa?

Bisnis | Senin, 19 Juni 2023 | 07:19 WIB

Remaja di Pontianak Jadi Korban Perundungan, Sempat Demam Usai Ditendang dan Dipukul

Remaja di Pontianak Jadi Korban Perundungan, Sempat Demam Usai Ditendang dan Dipukul

Kalbar | Minggu, 18 Juni 2023 | 17:21 WIB

Perusahaan Ungkap Alasan Pemecatan Karyawan Pelempar Anjing ke Buaya

Perusahaan Ungkap Alasan Pemecatan Karyawan Pelempar Anjing ke Buaya

Bisnis | Minggu, 18 Juni 2023 | 17:09 WIB

Koalisi Partai Potensial Pengusung Kaesang Jadi Wali Kota Depok

Koalisi Partai Potensial Pengusung Kaesang Jadi Wali Kota Depok

Kotak Suara | Minggu, 18 Juni 2023 | 15:48 WIB

Video Viral! Messi Dikejar Penonton Fanatik, Pelukan Emosional di Lapangan Tuai Pujian

Video Viral! Messi Dikejar Penonton Fanatik, Pelukan Emosional di Lapangan Tuai Pujian

Deli | Minggu, 18 Juni 2023 | 15:19 WIB

Terkini

6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan

6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:51 WIB

Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan

Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:48 WIB

Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?

Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:47 WIB

Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas

Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:45 WIB

Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang

Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:44 WIB

Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas

Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:40 WIB

Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026

Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:40 WIB

Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala

Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:39 WIB

Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen

Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:36 WIB

Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!

Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:33 WIB

×