Gubernur Bali Ngotot Larang Wisatawan Mendaki Gunung: Yang Pikirannya Sempit, Sorry!

Deli

Senin, 19 Juni 2023 | 16:56 WIB
Gubernur Bali Ngotot Larang Wisatawan Mendaki Gunung: Yang Pikirannya Sempit, Sorry!
Gubernur Bali I Wayan Koster (ANTARA/Ni Luh Rhismawati)

Gubernur Bali I Wayan Koster tetap berpegang teguh dengan kebijakannya melarang wisatawan mendaki gunung di Bali. Keputusan ini ia buat sudah jauh-jauh hari demi melestarikan kesucian tempat-tempat sakral di Pulau Dewata.

Kekinian, kebijakan larangan wisatawan mendaki gunung di Bali itu masih ia susun regulasinya untuk segera dijalankan.

"Saya akan jalan terus. Mengapa saya memberlakukan kebijakan ini? Saya tidak memberlakukan ini tiba-tiba soal larangan pendakian gunung," kata Koster dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali di Denpasar, Senin.

Koster menyatakan terkait larangan mendaki gunung di Bali itu, sesungguhnya sudah lama dicanangkan, hanya saja momentumnya baru muncul, sehingga akan diberlakukan.

"Bukan tiba-tiba minggu ini, bulan lalu, bukan. Sebelum saya maju menjadi gubernur, saya belajar Nangun Sat Kerthi Loka Bali, saya belajar Sad Kerthi, saya belajar tentang karakter filosofi kehidupan alam, manusia dan kebudayaan Bali," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Bali saat ini harus berguru kepada orang-orang suci di Bali, leluhur Bali, orang-orang yang menjadi tetua Bali dalam menata alam, manusia dan kebudayaan Bali ketika Bali pertama kali diciptakan.

"Beliau (leluhur dan tetua) menata Bali, mendapatkan inspirasi dengan cara melakukan proses spiritual yang panjang. Proses itu ditempuh melalui tempat-tempat yang menurut kekuatan spiritual yaitu diantaranya ada di gunung, di tempat-tempat tertentu," katanya.

Gunung, menurut Koster, merupakan salah satu tempat para orang suci dalam mencari inspirasi bagaimana menata Bali.

"Dulu tidak ada sekolah, jangankan perguruan tinggi, SD saja tidak ada. Tetapi Beliau punya cara menemukan bagaimana menata Bali ini. Itulah yang saya pelajari bahwa gunung itu tempat suci. Itulah yang kemudian dilaksanakan sekarang ini," ujarnya.

baca juga

Tidak saja gunung, kata Koster, tetapi danau, laut dan berbagai unsur alam di Bali yang masuk kategori suci harus dijaga karena .karena inilah yang menjadi sumber taksu, aura, dan tenget Bali ini.

"Inilah yang membuat Bali wilayahnya kecil memiliki daya tarik sehingga orang datang ke Bali berkunjung ke Bali dari berbagai negara," ujarnya.

Koster pun mengaku sudah menghitung jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang suka mendaki gunung, termasuk berapa penghasilannya dan untuk siapa penghasilannya.

"Kalau ini kita off-kan apa konsekuensinya sudah saya hitung, daripada mengorbankan yang 15.000 ribu per hari wisatawan mancanegara dan 13.000 wisatawan domestik ke Bali hanya karena ulah 1.000 orang. Bandingkan kita justru berpotensi kehilangan yang 27.000 lebih daripada kita membela yang 1.000 itu," katanya.

Di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD Bali serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali itu, Koster mengajak semua pihak untuk solid terkait larangan mendaki gunung tersebut.

"Oleh karena itu, kita harus solid semua dalam urusan ini, saya tidak peduli dengan orang-orang yang berpikirnya pragmatis yang dalam jangka panjang akan merusak tatanan alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Pikiran-pikiran sempit, pragmatis, I'm sorry," ujarnya.

Koster pun mengatakan kalau masyarakat Bali tidak bisa merawat dan bahkan mengabaikan yang sudah diwariskan para leluhur Bali, akan bisa mendapat kutukan.

"Kalau kita merawat saja tidak bisa, kebangetan. Kalau kita tidak bisa merawat, mengabaikan ini, meninggalkan ini tunggu kutukan Beliau. Saya tidak mau dikutuk oleh Beliau. Oleh karena itu, saya berjalan tegak lurus dengan Beliau-Beliau ini," ucap Koster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pariwisata Berangsur Pulih, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik Hampir 6 Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu

Pariwisata Berangsur Pulih, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik Hampir 6 Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu

Lifestyle | Sabtu, 17 Juni 2023 | 09:13 WIB

Bersih-bersih Pantai Dipercaya Ampuh Tarik Minat Wisatawan untuk Putar Roda Pariwisata

Bersih-bersih Pantai Dipercaya Ampuh Tarik Minat Wisatawan untuk Putar Roda Pariwisata

Bisnis | Selasa, 13 Juni 2023 | 07:57 WIB

Viral Kayu-kayu Diduga Illegal Logging di Tempat Wisata Kampar, Pengunjung Terganggu

Viral Kayu-kayu Diduga Illegal Logging di Tempat Wisata Kampar, Pengunjung Terganggu

Riau | Senin, 12 Juni 2023 | 12:17 WIB

Do And Donts Untuk Turis di Bali Akan Dicetak Dalam 5 Bahasa, Apa Saja Isinya?

Do And Donts Untuk Turis di Bali Akan Dicetak Dalam 5 Bahasa, Apa Saja Isinya?

Bali | Sabtu, 10 Juni 2023 | 07:54 WIB

Angka Wisatawan Kembali Meningkat, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Liburan ke Korea Selatan

Angka Wisatawan Kembali Meningkat, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Liburan ke Korea Selatan

Lifestyle | Jum'at, 09 Juni 2023 | 10:55 WIB

Terkini

Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?

Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 20:38 WIB

RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus

RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:37 WIB

Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati

Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 20:30 WIB

Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?

Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 20:20 WIB

Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng

Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:20 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!

Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 20:14 WIB

Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun

Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 20:11 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 20:10 WIB

Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!

Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!

Bri | Senin, 27 Juli 2026 | 20:08 WIB

Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya

Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 20:02 WIB

×