Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan serius saat menyebut nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi salah satu kandidat cawapres Ganjar Pranowo.
Hal itu disampaikan Puan di hadapan Cak Imin saat menyambangi kediamannya pada Kamis (27/7/2023).
"Saya serius loh waktu bilang salah satu kandidat yang masuk menjadi cawapresnya, capres atau bacapresnya PDI Perjuangan Pak Ganjar itu Cak Imin," kata Puan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2023).
Bahkan, Puan tampaknya menyampaikan bahwa Cak Imin sempat tidak percaya jika namanya masuk radar bakal cawapres Ganjar.
"Tadi saya juga sampaikan, 'Mbak tenanan nggak sih mbak, mbak ngomongnya? Bener mosok ngawur'," sambung Puan mengulang percakapannya dengan Cak Imin.
Menurut Puan, masih ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengerucutkan cawapres Ganjar kepada satu nama.
Puan berkunjung ke kediaman Ketua Cak Imin di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan sekira jam 12.42 WIB. Turut serta mendampingi Puan, di antaranya Ketua DPP PDIP Said Abdullah dan Ketua Bappilu Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.
Sementara itu, Cak Imin didampingi sejumlah jajaran PKB. Cak Imin beserta istri menyambut hangat kedatangan Puan di teras. Cak Imin menyalami Puan, sebelum mempersilakan masuk untuk melangsungkan pertemuan tertutup.
Yakin Puan Tak PHP
Baca Juga: Puan dan Cak Imin Bertemu, Bahas Godaan Masuk Bursa Cawapres Ganjar?
PKB menyambut positif masuknya nama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di dalam 5 nama kandidat calon wakil presiden Ganjar Pranowo. Lima nama itu sebelumnya disebutkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Puan menegaskan 5 nama itu merupakan pengerucutan dari sebelumnya terdapat 10 nama.
Menanggapi pernyataan Puan, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menganggap Puan tidak sekadar menjadi pemberi harapan palsu (PHP).
"Saya yakin pernyataan Mbak Puan bukan PHP, ini angin segar, kami hormati dan apresiasi," kata Jazilul kepada wartawan, Senin (24/7/2023).
Kendati menyambut positif, Jazilul menegaskan posisi PKB yang berada satu koalisi dengan Partai Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
"Namun, Gus Imin sedang menuntaskan takdirnya bersama Pak Prabowo yang sudah menjalani kerjasama selama 11 bulan."
"Ya, Kita cuma berusaha maksimal, sebab kami tidak dapat menentukan jalannya takdir," kata Jazilul.