Zaharman, guru olahraga di SMA Negeri 7 Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ar Bunda di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Zaharman mendapat luka berat di matanya setelah diserang dengan ketapel oleh seorang orang tua siswa. Mirisnya, kondisi matanya juga sudah terkena katarak. Situasi ini menimbulkan rasa sakit yang mendalam bagi anggota keluarga Zuharman.
Ilham Mubdi, anak dari Zaharman, mengekspresikan kecemasannya dan kepedihannya mengenai situasi ayahnya pada Kamis (3/8/2023). Ia bercerita bahwa ayahnya yang sudah berusia 58 tahun itu juga mengidap diabetes. Kondisi itu membuat keluarga semakin mengkhawatirkan dampak luka yang diderita ayah mereka.
Dari hasil pemeriksaan, Zuharman juga kemungkinan akan kehilangan penglihatan di kedua matanya. Pasalnya, keadaan mata kanannya hancur dan terluka parah akibat serangan ketapel ortu murid. Sedangkan mata kirinya mengalami katarak.
Pihak keluarga pun berharap Zuharman bisa mendapatkan keadilan dan pelaku dihukum setimpal.
Kondisi memprihatinkan Zuharman itu sendiri sudah viral di media sosial. Salah satunya seperti yang dibagikan oleh akun Instagram @majeliskopi08 pada Kamis (3/8/2023).
Akun ini mengabarkan bahwa bola mata Zuharman bagian kanan harus diangkat. Selain itu, akun ini juga membagikan kondisi memilukan Zuharman yang duduk tak berdaya di ranjang rumah sakit, dengan kondisi mata diperban.
"Bola mata kanannya (Zuharman) rusak (akibat diketapel) dan harus diangkat," tulis akun tersebut.
Adapun kronologi kejadian bermula ketika Zaharman mendapati sejumlah siswanya sedang merokok di area sekolah. Menurut cerita, Zaharman kemudian marah dan memberikan hukuman kepada siswa yang merokok, termasuk menendang murid sebagai bagian dari sanksinya.
Baca Juga: 5 Zodiak ini Dikenal Selalu Menang dalam Perdebatan, Kamu Termasuk?
PD, siswa berusia 16 tahun, merasa telah dianiaya oleh Zaharman. Ia kemudian melaporkan aksi gurunya kepada orang tuanya. Hal itu membuat ortu PD emosi dan melakukan serangan terhadap guru olahraga tersebut.
"Hingga terjadilah aksi penganiayaan (dengan ketapel) ke Zaharman. Akibat diketapel, bola mata kanan Zaharman hancur dan harus diangkat," lanjut akun tersebut.
Kepolisian setempat telah mengambil tindakan terhadap kasus ini dan sedang menyelidiki pelaku serta saksi-saksi. Ironisnya, Zaharman yang saat ini sedang dalam perawatan malah mendapatkan laporan balik dari AJ (45), ortu murid yang melakukan penyerangan dengan ketapel.
"Guru yang matanya diketapel orang tua murid dilaporkan balik ke polisi atas kasus Kekerasan pada siswa," tulis akun Instagram @net2netnews.
PD selaku anak dari AJ, membantah dirinya telah merokok di area sekolah. Dia mengaku hanya sedang bersantai dengan teman-temannya, dan ada seorang di antara mereka yang merokok.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rejang Lebong, Iptu Pol Denyfita Mochtar menyampaikan, PD sempat terlambat bersama beberapa temannya dan malah duduk di kantin pada Selasa (1/8/2023).