- FIFA mewajibkan Timnas Haiti mengubah desain jersey mereka tiga hari sebelum laga perdana Piala Dunia 2026.
- FIFA menilai desain jersey yang memuat ilustrasi sejarah kemerdekaan Haiti melanggar aturan terkait larangan pesan politik.
- Produsen apparel Saeta segera memodifikasi desain jersey tersebut agar Haiti dapat bertanding melawan Skotlandia sesuai jadwal.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi memaksa Timnas Haiti merombak desain jersey mereka hanya tiga hari sebelum laga pembuka melawan Skotlandia di Piala Dunia 2026.
Keputusan mendadak ini diambil setelah otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menilai seragam tim asal Karibia itu mengandung unsur "pesan politik" yang dilarang dalam regulasi turnamen.
Jersey tersebut awalnya menampilkan ilustrasi para tentara yang mengibarkan bendera nasional untuk memperingati kemenangan Haiti atas Prancis dalam Pertempuran Vertieres pada 1803.
Aturan Ketat Larangan Pesan Politik
FIFA merujuk pada aturan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) yang melarang adanya pesan atau slogan politik, agama, maupun pribadi pada perlengkapan pemain di lapangan.
Situasi ini memaksa Federasi Sepak Bola Haiti bekerja cepat mengganti desain kostum mereka agar tetap bisa tampil tepat waktu pada laga perdana, Minggu mendatang.
Produsen apparel asal Kolombia, Saeta, selaku penyedia jersey Timnas Haiti, langsung mengambil langkah darurat untuk melakukan modifikasi sesuai arahan FIFA.
Pihak Saeta menjelaskan bahwa desain awal tersebut sebenarnya merupakan bentuk penghormatan kepada rakyat Haiti dan bukan dimaksudkan sebagai pernyataan politik.
"Desain awal tersebut merupakan penghormatan kepada para pria dan wanita yang berkontribusi setiap hari bagi masa depan Haiti dan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik," tulis pernyataan resmi Saeta, dikutip dari Daily Mail.
Kekecewaan dan Klarifikasi Pihak Haiti
Meski harus mematuhi keputusan FIFA, pihak manufaktur mengakui adanya perbedaan interpretasi terhadap elemen visual yang terdapat pada jersey tersebut.
"FIFA menetapkan bahwa elemen visual tertentu dapat ditafsirkan secara berbeda di bawah peraturan perlengkapan dan pada akhirnya meminta modifikasi pada desainnya," tambah pihak Saeta.
"Meskipun interpretasi ini berbeda dari niat kami, Saeta menghormati proses tersebut dan menerapkan persyaratan akhir yang dikomunikasikan oleh FIFA," tegas mereka.
Senada dengan produsen jersey, juru bicara Timnas Haiti menyebut pelarangan ini merupakan hasil dari kesalahpahaman terhadap makna sejarah yang ingin ditampilkan.
"Menyusul salah tafsir, pejabat FIFA meminta federasi untuk menghapus gambar yang menggambarkan Vertieres dan beberapa pahlawan kemerdekaan yang mengibarkan bendera Haiti," ujar juru bicara Timnas Haiti.