Peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina membuat federasi sepakbola Eropa alias UEFA melarang Timnas Rusia untuk bertanding pada kompetisi manapun di kawasan Eropa.
Sejatinya, larangan tersebut disampaikan juga oleh federasi sepakbola dunia setelah Rusia menginvasi Ukraina. Meski begitu federasi sepakbola Rusia alias RFU sedang mempertimbangkan untuk keluar dari UEFA dan memilih AFC sebagai federasi sepakbola di kawasan sebagai tempatnya bernaung.
Alasan tersebut dinilai cukup beralasan, lantaran wilayah Rusia juga membentang dari Eropa hingga Asia. Presiden RFU Alexander Dyukov sendiei mengatakan akan membawa perimbangan tersebut ke dalam rapat dewan eksekutif perserikatan
Rusia sendiri sebenarnya telah melakukan tiga pertandingan persahabatan dengan negara-negara yang termasuk dalam anggota AFC, yakni Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Meski begitu, ada yang ketar-ketir jika Rusia benar-benar bergabung dengan AFC, salah satunya negeri jiran, Malaysia. Media asal Malaysia, Harimau Malaya menyroti hal tersebut.
"Namun, sekiranya Rusia betul-betul menyertai AFC, mungkin ia perkara yang tidak digemari oleh kebanyakan negara Asia."
"Ini kerana, tahap bola sepaknya lebih hebat daripada majoriti negara Asia dan akan memberi kelebihan kepada pasukan itu dalam kejohanan besar seperti Piala Asia dan slot ke Piala Dunia," tulis media tersebut.
Jika merunut pada pemeringkatan FIFA, hanya tiga negara yang berada di bawah naungan AFC berposisi di atas Rusia, yakni Iran (20), Jepang (24), dan Korea Selatan (28). Adapun Rusia kini berada di urutan 33 dunia.
"Dengan itu, Rusia secara automatik bakal dianggap sebagai gergasi Asia apabila menyertai AFC."
Baca Juga: TERMASUK JIS! Ini Empat Stadion yang Bakal Digunakan untuk Piala Dunia U-17
Apalagi, sambung media itu, saat ini Piala Dunia 2026 akan tampil dengan format baru yakni yang sebelumnya hanya diikuti 32 tim bertambah menjadi 48 tim. Tentunya dengan kehadiran Rusia memperkecil negara-negara di Asia Tenggara bisa masuk putaran Final Piala Dunia 2026.
"Negara Asia Tenggara dilihat mempunyai peluang untuk beraksi di kejohanan itu kerana Asia diberikan 8.5 slot dengan 8 automatik dan 0.5 merujuk kepada play-off berbanding ketika ini iaitu 4.5 slot (0.5 play-off)."
"Namun harapan itu mungkin akan lebih sukar sekiranya negara besar seperti Rusia turut bertanding di bawah AFC," tulis media tersebut.
Untuk diketahui, Rusia dilarang mengikuti kualifikasi Piala Dunia, sementara klub Spartak Moscow tersingkir dari Liga Champions Eropa.
Tak hanya itu, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding yang diajukan oleh RFU terhadap keputusan UEFA dan FIFA untuk menangguhkan mereka.