Putri presiden Indonesia ke-4 Yenny Wahid sowan ke kediaman Prabowo di Kertanegara, pada Rabu (6/9/2023) lalu. Kabarnya pertemuan tersebut berlangsung satu jam.
Setelah pertemuan tersebut, isu Prabowo bakal menggandeng Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden (cawapres) makin santer terdengar. Bahkan, nama Yenny Wahid dinilai memiliki potensi besar menjadi pasangan Prabowo.
Meski pendaftaran capres-cawapres akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan. Namun tidak ada salahnya melihat kecocokan keduanya menggunakan weton Jawa.
Weton Jawa sendiri digunakan untuk menentukan suatu hal, entah itu karakter, nasib, hingga keberuntungan seseorang dan lainnya. Weton Jawa masih dipercaya dan digunakan sebagian masyarakat Jawa.
Bakal calon presiden (bacapres) Partia Gerindra Prabowo Subianto lahir pada tanggal 17 Oktober 1951, hari Rabu Pon. Sementara Yenny Wahid lahir pada hari Selasa Legi, 29 Oktober 1974.
Dihimpun dari berbagai sumber, orang yang memiliki weton hari Rabu memiliki kelemahan di hari Senin dan Jumat.
Seseorang dengan weton Rabu Pon dipercaya memiliki keberuntungan dalam hidupnya karena tak mudah putus asa dalam mencapai cita-citanya.
Sementara, seseorang yang lahir di hari Selasa memiliki kelemahan di hari Minggu dan Kamis. Orang yang memiliki weton Selasa Legi memiliki emosi yang lemah, selain itu weton ini memiliki sifat pendendam. Meski begitu sifat mandiri dan tegas melekat di weton ini.
Adapun cara lain menilai keccocokan keduanya dengan sistem perhitungan weton. Dalam weton Jawa, terdapat nilai-nilai sesuai hari kelahiran Masehi di antaranya, Minggu = 5; Senin = 4; Selasa = 3; Rabu = 7; Kamis = 8; Jumat = 6; Sabtu = 9.
Baca Juga: Untung Buntung Pasangan Anies-Cak Imin Menurut Weton, Begini Penjelasannya
Selain itu, ada juga namanya weton pasaran, di antaranya Kliwon bernilai 8, Legi bernilai 5, Pahing bernilai 9, Pon bernilai 7, dan Wage bernilai 4.
Prabowo Subianto yang memiliki weton Rabu Pon, maka nilainya 7+7 = 14. Sementara Yenny Wahid memiliki weton selasa Legi, maka nilai 3+5= 8.
Angka neptu keduanya perlu dijumlahkan, sehingga menjadi 22.
Menurut tingkatan kecocokan pasangan dalam weton Jawa, angka neptu (4, , 13, 22, dan 31) masuk kategori Topo. Topo artinya pasangan akan sering mengalami kesusahan di awal-awal. Meski begitu, kedua pasangan pada akhirnya akan sukses dan bahagia.
Namun, perhitungan menggunakan weton Jawa ini tidak bisa dijadikan acuan utama. Banyak faktor lain yang bisa menentukan kecocokan capres-cawapres ini.