Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai permainan Timnas Indonesia melawan Turkmenistan pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (8/9/2023) malam belum seperti kesebelasan di eropa. Tetapi hasil kemenangan 2-0 disyukuri oleh Menteri BUMN itu.
Erick mengatakan timnas di sejumlah negara Eropa tidak memerlukan waktu lama untuk bermain kompak. Asuhan Shin Tae-yong diminta untuk berbenarh lagi.
“Selalu saya bilang, memang kita belum seperti (timnas di) Eropa yang kumpul, main, langsung kompak. Kita perlu waktu dan inilah yang selalu berharap di PSSI untuk waktu lebih untuk konsolidasi pemain,” kata Erick Thohir seperti dikutip, Sabtu (9/9/2023).
Menang atas Turkmenistan kata Erick bakal mendongkrak ranking timnas. Ini dikarenakan lawan skuad garuda levelnya lebih tinggi dari Indonesia.
“Tetapi apapun hasilnya ini hasil yang baik karena ranking Turkmenistan itu lebih tinggi," jelas Erick.
"Artinya kalau kita menang hari ini mungkin peringkat kita naik di 147/148. Kita lihat nanti tergantung negara-negara lain, bertanding juga,” Erick menambahkan.
Blunder Asnawi Mangkualam
Blunder fatal sempat dilakukan oleh Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam saat melawan Turkmenistan. Meski menang 2-0 lewat gol Dendy Sulistyawan dan Egy Maulana Fikri, ada sejumlah kesalahan fatal yang dilakukan para bek Timnas.
Gegara Asnawi Mangkualam salah mengeksekusi bola maka striker Turkmenistan memiliki kesempatan untuk melakukan tendangan dari jarak dekat ke gawang Timnas Indonesia yang dijaga Nadeo Argawinata.
Beruntung, hal yang terjadi sebaliknya karena bola masih melenceng.
Dalam sebuah skema serangan Turkmenistan, beberapa bek Timnas Indonesia nampak gugup. Jordi amat melakukan pressure pada pemain lawan yang memegang bola, sementara Asnawi Mangkualam bergeser ke tengah.
Beruntung Jordi Amat berhasil mengamankan bola dan melakukan back pass atau umpan ke belakang karena melihat Asnawi Mangkualam di sana. Asnawi Mangkualam kemudian gantian mendapatkan pressure dari para pemain depan Turkmenistan.
Alih-alih memberikan bola panjang ke pemain depan, ia mencoba umpan pendek ke tengah lapangan. Sayang, umpanya dapat dipotong dengan mudah oleh pemain Turkmenistan yang kemudian melakukan tendangan.