Kaesang Pangarep memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan putra bungsu Presiden Joko Widodo itu mengejutkan publik karena ia memutuskan bergabung pada partai yang berbeda dari sang ayah, yakni PDI Perjuangan.
Adik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ini juga telah menerima KTA dari DPP PSI pada Sabtu (23/9/2023) lalu.
Kaesang mengatakan bahwa PSI merupakan partai bagus yang diisi anak-anak muda berintegritas. Menurutnya, kader PSI yang didominasi anak muda ini bersemangat membawa Indonesia lebih maju.
Namun, Kaesang juga membeberkan kekurangan PSI, yakni belum bisa menembus Senayan.
Dalam sejarah perpolitikan Indonesia, ternyata tak hanya Kaesang yang berbeda partai dengan sang ayah. Siapa sajakah mereka?
Soeharto dan anak-anaknya
Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto merupakan salah dari pendiri Golongan Karya (Golkar) yang merupakan cikal bakal Partai Golkar saat ini.
Meski tak pernah menjadi Ketua Golkar, Soeharto berhasil melanggengkan kekuasaannya sebagai presiden Indonesia selama 32 tahun.
Anak-anak Soeharto beberapa juga ada yang ikut aktif berpolitik. Di antaranya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan Siti Hediati atau Titiek Soeharto.
Tommy Soeharto pernah bergabung dengan Partai Golkar, namun kini justru merapat ke Partai Swara Indonesia (Parsindo).
Ia juga pernah mendirikan Partai Berkarya, namun kepengurusannya pecah dan kini legitimasi Partai Berkarya dipegang oleh Muchdi PR.
Sementara Titiek Soeharto kini bergabung dengan Partai Gerindra dan memperebutkan kursi DPR RI dari Dapil DI Yogyakarta.
Mumtaz Rais dan Amien Rais
Awalnya Amien Rais merupakan pendiri dari Partai Amanat Nasional (PAN) pasca reformasi Indonesia pada 1998 lalu.
Jejaknya lalu diikuti dengan salah satu anaknya, yakni Mumtaz Rais yang turun bergabung dengan PAN hingga kini.
Namun akhirnya Amien Rais hengkang dari PAN dan mendirikan partai baru yakni Partai Ummat pada 2021. Sementara Mumtas Rais tetap bertahan di PAN.
Rizki dan Dimyati Natakusumah
Rizki dikenal sebagai salah satu politisi dari Partai Demokrat. Kini ia juga menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.
Namun, jalan politik yang ia pilih berbeda dengan sang ayah Achmad Dimyati Natakusumah yang merupakan salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan duduk di Komisi III DPR RI.
Sebelum bergabung dengan PKS, Dimyati merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan sempat menjabat sebagai Sekjen PPP kubu Djan Faridz.
Karena lebih dulu dikenal sebagai politikus PPP, Dimyati sempat kesulitan meraup suara di PKS, karena orang-orang lebih mengenalnya sebagai kader partai berlambang Kabah itu.