Kasus Kopi Sianida kembali jadi sorotan setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix. Termasuk Reza Indragiri Amriel yang jadi sorotan netizen.
Reza Indragiri Amriel disebutkan sebagai ahli Psikologi Forensik yang disebut-sebut telah dipaksa bahkan disogok agar diam dalam Kasus Kopi Sianida.
Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso ini mencoba menguak tabir yang masih menyelimuti kematian Mirna Salihin dalam kasus kopi sianida.
Salah satunya terkait sosok pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri dalam kasus kopi sianida. Siapa Reza Indragiri sebenarnya? Apa kaitannya dengan Jessica Wongso? Simak dalam laporan Suara.com berikut ini.
Sosok Reza Indragiri Amriel sebenarnya tidak asing lagi di publik Indonesia, namun kembali jadi pembicaraan terkait kasus kopi sianida.
Sebagai ahli Psikologi Forensik ini cukup ternama dan pernah terlibat dalam penanganan beberapa kasus pembunuhan besar.
Selain kematian Mirna Salihin, Reza Indragiri juga sempat dimintai pendapat dalam kasus polisi tembak polisi Ferdy Sambo hingga sidang narkoba Teddy Minahasa.
Namanya kembali mencuat karena Reza Indragiri memberikan pernyataan bahwa sempat diberikan sejumlah uang tutup mulut agar tidak banyak bicara pada kasus kopi sianida.
Baca Juga: Siapa Krishna Murti Mantan Jadi Atasan Ferdy Sambo yang Menangani Kasus Kopi Sianida
Sebagai seorang psikolog forensik, namanya kerap disebut dan terlibat dalam penyelidikan kasus-kasus besar di Indonesia.
Dalam kasus kopi sianida, Reza mengemukakan suatu hal menarik, yaitu bahwa terdapat ahli yang berupaya mengkategorikan Jessica sebagai kriminal sejati hanya berdasarkan penilaian terhadap penampilan fisik Jessica itu sendiri.
Ia juga mengakui adanya pihak-pihak tertentu dalam kasus Jessica Wongso yang menghubunginya dan berusaha membujuknya untuk tidak terlalu banyak berkomentar.
Upaya tersebut termasuk menyisipkan uang ke dalam tasnya, yang diinterpretasikan sebagai upaya untuk mempengaruhi agar ia tidak banyak berbicara mengenai pendapatnya terkait kasus ini.
Reza Indragiri Amriel lahir pada tanggal 19 Desember 1974 dan berprofesi sebagai ahli psikologi forensik, konsultan sumber daya manusia, dan dosen.
Ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar Master Psikologi Forensik.