Pegiat media sosial Dokter Tifa baru-baru ini melontarkan kata-kata kasar kepada Presiden Joko Widodo. Ia mempertanyakan alasan Presiden Jokowi tidak mengetahui kontak Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Sebagai informasi, Mentan SYL sempat dikabarkan 'hilang kontak' di luar negeri usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui Mentan Syahrul pergi ke Eropa untuk melakukan kunjungan kerja.
Di tengah kabar Mentan Syahrul 'hilang', Presiden Jokowi rupanya sempat meminta pihak yang memiliki kontak Mentan untuk menghubunginya. Hal ini terlihat dari postingan Dokter Tifa di akun X atau Twitter miliknya.
Melalui akun X @/DokterTifa, ia membagikan sebuah link berita tentang respons Presiden Jokowi saat ditanya keberadaan Mentan Syahrul. Jokowi kemudian meminta pihak-pihak yang mengetahui kontak Mentan SYL untuk menghubungi menterinya itu secara langsung.
"Ada yang punya kontaknya (Mentan Syahrul)? Coba dikontak," kata Presiden Jokowi pada Rabu (4/10/2023).
Jawaban Presiden Jokowi itu kemudian dikomentari secara pedas oleh Dokter Tifa. Ia menilai sangat aneh jika seorang presiden tidak mengetahui kontak menteri di kabinetnya.
Bahkan Dokter Tifa juga melontarkan kata-kata kasar kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Jokowi tidak tahu nomor kontak Menterinya? Ya mungkin saja," cuit Dokter Tifa seperti dikutip Deli pada Kamis (5/10/2023).
"Tapi kalau presiden tidak tahu nomor kontak menterinya, ya tolol itu namanya. Untung Jokowi yang ngomong, bukan presiden," sambung Dokter Tifa dengan pedas.
Ucapan Dokter Tifa di media sosial X itu langsung mendapatkan atensi luas warganet. Cuitannya hingga berita ini dipublikasikan, telah dibaca 16 ribu kali dan mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga menyerbu kolom komentar dengan beragam pendapat. Mulai dari setuju dengan sindiran pedas Dokter Tifa, hingga balas memberikan kritikan.
"Ini presiden tampaknya aja begitu, pura-pura oon, tapi diam-diam manuvernya itu yang bikin menteri dan orang lain kelimpungan," komentar warganet.
"Mau ditolol-tololin semua orang serah aja dah, yang penting 80% rakyat puas dengan kinerjanya, yakan," bela warganet.
"Lagian macam sengaja gitu, orangnya pas pergi jauh, rumahnya digeledah. Apa nggak nunggu dulu dia pulang, lalu diam-diam tetap mengamati sedetil-detilnya. Ini macam skenario bikin gaduh. Bukan bener-bener urusan hukum," tambah yang lain.
"Hahaha mau cuci tangan padahal kotorannya ada di badan sendiri," sindir warganet.