Usai menjadi anggota BPK Republik Indonesia dari 2012 hingga 2019, Agung kemudian menjadi Ketua BPK Republik Indonesia ke-17 pada 2019 lalu.
Agung yang disebut-sebut punya ketertarikan terhadap bulu tangkis sempat menjabat sebagai salah satu pengurus Pengprov PBSI Sumatera Selatan.
Di tahun 2019, ia juga sempat ditawari untuk mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum (Ketum) PBSI. Tapi saat itu, dirinya menolak ide tersebut.
Barulah pada 2020 Agung menerima tawaran menjadi calon Ketum PBSI. Sebulan berselang, pria yang kini berusia 51 tahun itu resmi menjabat Ketum PBSI periode 2020-2024 menggantikan Wiranto.
Saat itu, Agung menang secara aklamasi dalam pemilihan Ketum PBSI periode 2020-2024 dengan mengantongi 23 suara dari 29 pengurus provinsi PBSI.
Usai menjabat sebagai Ketum PBSI, banyak yang menyebut prestasi bulu tangkis Indonesia mengalami penurunan imbas dari kegagalan di berbagai event dunia.
Sebut saja kegagalan di Piala Thomas, Kejuaraan Dunia, hingga kegagalan tim beregu putra menembus final SEA Games 2021 lalu.
Kegagalan meraih medali di Asian Games 2022 ini pun menjadi puncak penurunan prestasi bulu tangkis Indonesia, sehingga nama Agung Firman Saputra pun mendapat sorotan tajam dari publik.
Baca Juga: 5 Perbandingan Tarif Kereta Cepat Indonesia dengan Berbagai Negara, Whoosh Paling Murah?