Pemain Timnas Indonesia yang meniti karier sepak bola mereka di klub luar negeri seringkali harus bersabar dan berkompetisi ketat untuk mendapatkan kesempatan bermain. Hal ini menjadi pengalaman umum bagi tiga pemain Timnas Indonesia yang kini bermain di luar negeri, yaitu Rafael Struick, Elkan Baggott, dan Pratama Arhan.
Elkan Baggott, yang merumput bersama Ipswich Town. Elkan menyoroti performa bagus timnya saat ini, yang membuatnya harus menunggu kesempatan emas untuk tampil di lapangan.
"Saya hanya harus menunggu kesempatan," ungkap Elkan Baggott, yang pada musim ini baru dipercayakan pelatih Ipswich Town untuk tampil di ajang Piala Liga Inggris 2023-2024.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Rafael Struick, yang saat ini membela ADO Den Haag, mengungkapkan betapa ketatnya persaingan di skuad senior timnya.
Bagi Rafael, untuk bisa bermain, ia harus gigih dan terus membuktikan kemampuannya.
"Saya pikir memang banyak kualitas di klub dan saya pikir itu normal," ujar Rafael Struick, yang baru-baru ini mencatatkan tiga penampilan bersama ADO Den Haag di Liga 2 Belanda musim 2023-2024.
Pratama Arhan, yang saat ini memperkuat Tokyo Verdy, juga tidak luput dari persaingan ketat di klubnya.
Ia harus bersaing dengan rekan-rekannya yang memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya.
"Di sana persaingan," tambah Pratama Arhan.
Menghadapi persaingan yang ketat di klub-klub luar negeri adalah tantangan yang harus dihadapi oleh para pemain Timnas Indonesia yang bermimpi meraih kesuksesan di panggung internasional.
Mereka harus terus bekerja keras, mempertahankan semangat kompetitif, dan menunggu kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.