- Harga berbagai komoditas pangan nasional di pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan pada Kamis, 7 Mei 2026.
- Lonjakan harga terjadi pada bawang merah, cabai merah besar, daging ayam, serta minyak goreng kemasan bermerek.
- Sebaliknya, harga mayoritas jenis beras dan daging sapi mengalami penurunan dibandingkan dengan data hari sebelumnya.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional kembali bergerak naik pada Kamis (7/5/2026). Terjadi lonjakan harga pada bawang merah, cabai, hingga minyak goreng kemasan.
Berdasarkan data panel harga pangan bank Indonesia yang dilihat melalui situs bi.go.id/hargapangan pukul 9.51 WIB, terlihat tekanan harga masih terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga, meski beberapa jenis beras justru mencatat penurunan.
Bawang merah ukuran sedang menjadi komoditas dengan harga tertinggi di antara kelompok bumbu dapur, yakni Rp48.600 per kilogram. Angka itu naik 6,35 persen atau bertambah Rp2.900 dibanding hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang berada di level Rp39.400 per kilogram, naik tipis 0,9 persen atau Rp350.
Dari kelompok cabai, cabai merah besar tercatat naik paling tajam secara nominal. Harganya mencapai Rp59.200 per kilogram setelah melonjak 20,33 persen atau Rp10.000. Sementara cabai merah keriting naik 11,05 persen menjadi Rp51.750 per kilogram.
Cabai rawit merah juga ikut menanjak ke Rp61.400 per kilogram atau naik 4,69 persen. Di sisi lain, cabai rawit hijau justru turun cukup dalam 10,41 persen menjadi Rp43.450 per kilogram, menjadi salah satu komoditas yang memberi sedikit ruang pelemahan inflasi pangan.
![Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/85597-realisasi-penyerapan-beras-dalam-negeri-ilustrasi-beras-beras-bulog-ilustrasi-bulog.jpg)
Untuk kelompok beras, mayoritas harga menunjukkan penurunan. Beras kualitas medium I turun 2,48 persen menjadi Rp15.700 per kilogram, beras medium II turun 3,44 persen ke Rp15.450 per kilogram, sementara beras super I melemah 2,59 persen menjadi Rp16.900 per kilogram.
Beras super II juga terkoreksi 2,37 persen ke Rp16.500 per kilogram. Namun, beras kualitas bawah I naik 1,72 persen menjadi Rp14.800 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II turun ke Rp14.300 per kilogram.
Dari sektor protein hewani, daging ayam ras segar naik 5,43 persen menjadi Rp40.800 per kilogram. Telur ayam ras segar juga naik 3,02 persen ke level Rp32.450 per kilogram.
Berbeda dengan ayam, harga daging sapi mengalami koreksi. Daging sapi kualitas I turun 3,72 persen menjadi Rp142.500 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 2,43 persen menjadi Rp136.550 per kilogram.
Komoditas gula juga bergerak variatif. Gula pasir premium naik 4,69 persen menjadi Rp21.200 per kilogram, sementara gula pasir lokal turun tipis 0,52 persen menjadi Rp19.100 per kilogram.
Tekanan harga cukup terasa pada minyak goreng. Minyak goreng curah naik 3,16 persen menjadi Rp21.200 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek I melonjak 6,93 persen menjadi Rp25.450 per kilogram, dan kemasan bermerek II naik 5,03 persen menjadi Rp24.000 per kilogram.