SUARA DENPASAR - Jahat! Aksi Nova Sandi (NS) memang sudah direncanakan begitu matang. Gara-gara ingin menguasai mobil milik korban.
Tersangka sudah memasang strategi sebelum akhirnya menghabisi nyawa Gusti Agung Mirah Lestari. Janda asal Buduk, Mengwi, yang baru sebelum menjadi pacarnya.
Begitulah skenario yang disusun Nova Sandi. Setelah sebulan berpacaran, dia merayu pegawai bank itu untuk jalan-jalan. Bukan hanya berdua, tapi bertiga bersama teman Sandi yang berinisial RM.
Minggu, 21 Agustus 2022 ketiganya pun jalan-jalan. Sandi menyetir dan korban Mirah Lestari duduk di sampingnya. Sementara RM, duduk di belakang Mirah Lestari.
Korban yang tidak tahu niat busuk kedua pelaku tentu begitu senang. Diajak jalan-jalan sang pacar keliling Bali.
Tapi, semua angan indah itu akhirnya lenyap. Tiba-tiba saja RM yang sudah mempersiapkan tali dan sebagai eksekutor langsung menjerat leher korban dari belakang.
Mirah Lestari pun meronta-ronta dan tidak bisa berteriak karena lehernya terjerat. RM yang begitu sadis dalam aksinya juga membenturkan kepala korban ke lantai kendaraan hingga akhirnya korban tewas di tempat.
Setelah yakin korban sudah tak bernafas. Sandi dan RM membuang jasad korban di got Jalur Denpasar-Gilimanuk. "Korban dibuang oleh pelaku di pinggir jalan," kata Kasubdit 3 ditreskrimum Polda Bali AKBP Endang Tri Purwanto, Senin (29/8/2022).
Seperti diketahu, jasad I Gusti Agung Mirah Lestari, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di selokan Desa Sumbersari, Melaya, Jembrana, Bali. Awalnya, dikira jasad tersebut adalah korban lakalantas.
Baca Juga: Usai Bunuh I Gusti Mirah Lestari, Nova Sandi Jual Brio Korban Rp 25 Juta di Boyolali
Namun, setelah dilakukan ditemukan beberapa luka pada tubuh korban termasuk kepala dan beberapa barang berharga yang hilang. Baik itu handphone maupun mobil.
Jejak pelaku sendiri terungkap setelah Tim Resmob Polda Bali dan Polres Jembrana mempelajari CCTV di Pelabuhan Gilimanuk berikut mengumpulkan keterangan saksi.
Diketahui mobil korban sudah keluar Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk. Sedangkan dari keterangan kerabat korban, terakhir korban keluar bersama sang pacar yakni Sandi.
Setelah berhasil ditangkap di Lampung, kedua pelaku mengaku aksi pembunuhan ini terdorong motif ekonomi. Yakni menguasai mobil Brio korban dan dijual di daerah Boyolali seharga Rp 25 juta. ***