Begini Cara Kerja Lie Detector yang Digunakan Periksa Ferdy Sambo, Gagal Lulus Hukuman Menanti

Suara Denpasar | Suara.com

Rabu, 07 September 2022 | 10:47 WIB
Begini Cara Kerja Lie Detector yang Digunakan Periksa Ferdy Sambo, Gagal Lulus Hukuman Menanti
ILUSTRASI Lie Detector - Begini Cara Kerja Lie Detector yang Digunakan Periksa Ferdy Sambo (Polri.go.id)

Suara Denpasar - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yakni Ferdy Sambo akan menjalani tes uji kebohongan atau yang disebut dengan lie detector.

Selain Ferdy Sambo yang menjadi terangka utama dalam kasus pembunuhan polisi ini, tim khusus juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka lainnya.

Tercatat sudah ada tiga tersangka yang menjalani proses pemeriksaan dengan metode yang sudah pernah digunakan tahun 1935 ini.

Metode lie detector ini digunakan untuk pemeriksaan penguat khususnya pada pertanyaan-pertanyaan penting yang menjadi kunci dalam mengungkap sebuah kasus.

Tak jarang mereka yang tidak lulus dalam uji kejujuran ini akan memperkuat hukuman lantaran keterangan palsunya.

Pun demikian dengan hasil pemeriksaan yang didapatkan dengan keterangan jujur atau hasil No Deception Indicated juga bisa memperkuat motif yang dilakukan.

Lalu bagaimana cara kerja lie detector atau uji polygraph?

Mabes Polri maupun Polda menggunakan metode ini untuk kasus-kasus penting yang membutuhkan data pembanding.

Alat pendeteksi kebohongan dibuat oleh seorang peneliti medis dan seorang polisi di Berkeley, California, AS. 

Alat pendeteksi kebohongan digunakan dalam membantu pihak penyidik dalam melakukan pemeriksaan tindak pidana perkosaan serta tindak pidana lain agar penyidikan dapat berjalan maksimal.

Dilansir dari laman resmi Polri, cara kerja lie detector adalah dengan melihat detak jantung, denyut nadi, serta perubahan fisik.

Apabila orang yang sedang diperiksa mengatakan sesuatu yang benar, detak jantung dan denyut nadi akan berjalan secara normal.

Sebaliknya, jika berbohong, maka akan ada perubahan fisik dari detak jantung atau denyut nadi.

Poligraf, atau biasa dikenal sebagai pendeteksi kebohongan, bekerja dengan mengukur perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, misalnya jumlah helaan napas, detak jantung, tekanan darah dan reaksi mendadak pada kulit. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terang Pembunuhan Angeline di Bali karena Lie Detector: Penjahat Kakap dan Spionase Bisa Tipu Alat Ini, Bagaimana Kaisar Sambo?

Terang Pembunuhan Angeline di Bali karena Lie Detector: Penjahat Kakap dan Spionase Bisa Tipu Alat Ini, Bagaimana Kaisar Sambo?

| Rabu, 07 September 2022 | 10:28 WIB

Ternyata Kombes Agus Nurpatria Bukan Lulus Akpol 1995, Melainkan Akpol 1997, Ini Buktinya

Ternyata Kombes Agus Nurpatria Bukan Lulus Akpol 1995, Melainkan Akpol 1997, Ini Buktinya

| Rabu, 07 September 2022 | 04:30 WIB

Terkini

Promo Indomaret Hari Ini 29 April 2026, Ada Beli 2 Gratis 1

Promo Indomaret Hari Ini 29 April 2026, Ada Beli 2 Gratis 1

Sumut | Rabu, 29 April 2026 | 13:58 WIB

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:57 WIB

5 Rekomendasi Lipstik Glossy untuk Bibir Pecah-Pecah yang Awet

5 Rekomendasi Lipstik Glossy untuk Bibir Pecah-Pecah yang Awet

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 13:56 WIB

85 Gol dalam 100 Laga: Kylian Mbappe Lebih Tajam dari Benzema, Nyaris Samai Ronaldo

85 Gol dalam 100 Laga: Kylian Mbappe Lebih Tajam dari Benzema, Nyaris Samai Ronaldo

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 13:55 WIB

Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?

Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?

Jatim | Rabu, 29 April 2026 | 13:53 WIB

Etenia Croft Luncurkan Sahabat Terbaik, Lagu Penuh Makna tentang Persahabatan yang Hangat

Etenia Croft Luncurkan Sahabat Terbaik, Lagu Penuh Makna tentang Persahabatan yang Hangat

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 13:51 WIB

Renault Siapkan Mobil Menggoda, SUV 1.200cc Siap Tantang Raize-Rocky

Renault Siapkan Mobil Menggoda, SUV 1.200cc Siap Tantang Raize-Rocky

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:50 WIB

Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik

Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 13:50 WIB

7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Jok Motor, Risikonya Tak Main-Main

7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Jok Motor, Risikonya Tak Main-Main

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:46 WIB

Benarkah Pendidikan Gratis Jika Anak Masih Mengubur Mimpi Karena Biaya?

Benarkah Pendidikan Gratis Jika Anak Masih Mengubur Mimpi Karena Biaya?

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 13:45 WIB