GAWAT! Bos Sambo di Atas Angin, Bharada E Terpojok

Suara Denpasar | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 11:20 WIB
GAWAT! Bos Sambo di Atas Angin, Bharada E Terpojok
Ilustrasi Mantan Kadiv Propam Mabes polri, Irjen Ferdy Sambo (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Bharada Richard Eliezer diharapkan sebagai saksi kunci yang bisa membongkar sepak terjang dan kejahatan yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan sadis Brigadir Joshua atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta.

Tapi, kini situasi tak mengenakkan sedang menerpa Bharada E. Justice Collaborator yang mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menurut kacamata ahli hukum pidana sekarang ini dalam kondisi terpojok dan bahaya.

Ahli Hukum Pidana Firman Firman Wijaya menjelaskan, kondisi ini terjadi ketika penyidik tim khusus Polri menggunakan lie detector.

Hasil uji alat ini malah akan mengaburkan siapa yang menjadi pelaku utama dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Jika ini terjadi, maka peluang Kaisar Sambo, sebutan warganet untuk suami Putri Candrawathi itu akan lolos hukuman berat.

Senada juga diungkapkan Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy. "Prinsipnya klien saya (Bharada E) sudah konsisten. Kita garis bawahi, klien saya adalah saksi mahkota, perannya sangat penting," katanya dikutip dari Program Dua Sisi tvOne.

Penggunaan lie detector dengan sendirinya bisa merugikan kliennya karena merujuk pasal 185 ayat 6 tentang persesuaian saksi dan saksi serta persesuaian saksi dengan alat bukti lainnya.

Di bagian lain Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik juga memiliki pandangan yang hampir mirip. Ini terkait kesaksian Bharada E dalam peradilan nanti.

Di mana Bharada E menunjuk sang bos-Irjen Sambo sebagai otak perencanaan aksi pembunuhan Brigadir J.

Tapi, kesaksian itu bisa saja akan menimbulkan perdebatan dan multi tafsir. Mengingat, tidak ada perintah Irjen Sambo kepada Bharada E untuk membunuh Brigadir J.

“Richard (Bharada E) bilang saya disuruh menembak. Itu (menembak Brigadir J) kan berarti bukan disuruh membunuh," kata Taufan sebagaimana diberitakan Tempo dari hasil wawancaranya seperti dikutip suara.com.

"Sambo kan bukan bilang ’bunuh Richard (Bharada E), bunuh’" imbuh dia. Jadi dengan beberapa dalil tersebut ditambah dengan dugaan pemerkosaan. Kini bos Sambo sedang berada di atas angin. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misteri Pemegang Pistol Luger untuk Menembak Brigadir J

Misteri Pemegang Pistol Luger untuk Menembak Brigadir J

| Kamis, 15 September 2022 | 10:42 WIB

Nasib Bharada E Turuti Perintah Ferdy Sambo, Sekarang Terancam Bahaya

Nasib Bharada E Turuti Perintah Ferdy Sambo, Sekarang Terancam Bahaya

| Kamis, 15 September 2022 | 10:35 WIB

Komnas HAM Sebut Kasus Brigadir J Rumit untuk Terungkap: Barang Bukti Banyak yang Hilang, Kerjaan Ferdy Sambo

Komnas HAM Sebut Kasus Brigadir J Rumit untuk Terungkap: Barang Bukti Banyak yang Hilang, Kerjaan Ferdy Sambo

| Kamis, 15 September 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin

Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:34 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP

PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP

Jatim | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:29 WIB

7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina

7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:25 WIB

Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY

Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY

Jogja | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:24 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!

Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB