Suara Denpasar - Siti, salah satu tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hongkong mengaku pusing dengan ulah Bu Gendut yang membuatnya sulit mencari majikan baru.
Usut punya usut, ternyata bukan Bu Gendut yang menjadi persoalan. Tapi, karena Siti yang tidak mengerti sabar dan menanyakan persoalan administratif bukan kepada Bu Gendut.
Melainkan ke staf lain yang bukan membidangi hal tersebut di salah satu agensi TKW Hongkong.
Percakapan nggak nyambung itu bisa disaksikan dalam video yang disiarkan channel YouTube Yuni TKW Hongkong@ Curhatan BWI. Dalam percakapan antara Yuni dengan Siti.
Siti bercerita bahwa dirinya sudah finishing dengan majikan sebelumnya. Mengingat, tugas utamanya sebagai penjaga manula sudah selesai seiring meninggalnya manula tersebut.
Tapi, sampai saat ini dirinya belum mendapat surat finishing dan surat kematian manula mantan majikannya.
Kedua surat itu penting agar dirinya bisa segera mendapat majikan baru. "Sudah ke kantor bolak-balik cari majikan belum dapat. Surat finish surat kematian.
Mbak yang gemuk itu bilang nanti malam di WA. Si gemuk itu bilang tidak bisa menolong," katanya nyerocos.
Yuni yang mendapat keterangan seperti itu berusaha menjelaskan bahwa kesalahan ada di Siti setelah menghubungi staf bertubuh tambun itu.
Baca Juga: Gara-gara Mulut Ember, TKW Indonesia di Singapura Disiksa
Semua keperluan administrasi sudah beres dan kesalahan Siti adalah menanyakan soal administrasi ke petugas yang tidak menangani atau bukan si Gendut. Setelah dijelaskan panjang lebar, akhirnya Siti mengakui kesalahannya.
Yuni juga berbicara kepada staf KJRI bahwa kasus ini terbilang sepele dan berawal dari miskomunikasi semata. "Masalahnya sepele.
Ini Bu Siti sabarnya yang kurang dalam mencari majikan baru," demikian jelas staf agensi TKW itu kepada Ana, staf KJRI di Hongkong. ***