Sanksi Tak Biasa untuk Anak Buah Ferdy Sambo, Sekolah Lagi hingga 'Dibuang' ke Pelayanan Markas

Suara Denpasar | Suara.com

Minggu, 25 September 2022 | 07:49 WIB
Sanksi Tak Biasa untuk Anak Buah Ferdy Sambo, Sekolah Lagi hingga 'Dibuang' ke Pelayanan Markas
Sidang Etik Ferdy Sambo, Mabes Polri Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang dan Provost (SUARA DENPASAR/Ist)

Suara Denpasar- Komisi Etik Polri menjatuhkan hukuman kepada empat orang anak buah Ferdy Sambo dalam kaitannya penanganan kasus kematian Brigadir J.

Mereka dikenai berbagai hukuman, dari pembinaan mental, sampai harus dibuang ke bagian pelayanan markas atau Yanma Mabes Polri.

Empat orang anak buah Ferdy Sambo ini sebelumnya bertugas di bagian Propam Mabes Polri yang mana Ferdy Sambo adalah pimpinan mereka di divisi ini.

Empat anak buah Ferdy Sambo itu adalah Briptu Sigid Mukti Hanggono mantan Banit Den A Ropaminal Divpopam, Iptu Januar Arifin mantan Pamin Den A Ropaminal Div Propam.

Lalu ada anggota berpangkat AKP yakni Idham Fadilah yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Den A Ropaminal Div propram, kemudian ada Iptu Hardista Pramana Tampubolon mantan Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Divpropam.

Empat anggota korps Bhayangkara ini dikenai hukuman dengan harus 'sekolah' lagi dengan menjalani pembinaan mental kepribadian, kewajiban, keagamaan dan pengetahuan profesi.

Mereka bakal digembleng lagi soal pemahanan hal-hal tersebut selama satu bulan lamanya.

Sanksi pembinaan mental ini sedikit lebih berbeda atau tak biasa jika dibandingkan dengan hukuman anggota lainnya.  

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, empat anggota ini dinilai melanggar etik terkait penanganan kasus Brigadir J. 

Sehingga pembinaan mental diperlukan untuk memulihkan etikanya.

"Karena terbukti melakukan pelanggaran, pelanggaran dilakukan sebagian besar pelanggaran etika," kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, dilansir pada Minggu (25/9) dari laman PMJ

Selain dijatuhi kewajiban mengikuti pembinaan mental, keempatnya juga dijatuhi sanksi mutasi bersifat demosi selama satu tahun, kecuali Iptu Januar Arifin dikenai sanksi demosi selama dua tahun. 

Mereka juga telah dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

"Pelanggar etika itu dalam rangka untuk memulihkan Catur Prasetya dan Tri Brata itu ada sekolahnya lagi, untuk memperbaiki karakternya dia, etikanya dia, dan juga mengarah ke tingkat profesinya dia," ungkapnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TERUNGKAP Ferdy Sambo Sempat Dekati, Kamaruddin: Disuap pun Tidak Mau

TERUNGKAP Ferdy Sambo Sempat Dekati, Kamaruddin: Disuap pun Tidak Mau

| Minggu, 25 September 2022 | 00:09 WIB

Viral Video Editan Ferdy Sambo Nyanyi Lagu Rehan, Netizen: Si Kang Edit Ga Bisa Tidur Nyenyak

Viral Video Editan Ferdy Sambo Nyanyi Lagu Rehan, Netizen: Si Kang Edit Ga Bisa Tidur Nyenyak

| Sabtu, 24 September 2022 | 22:02 WIB

Terkini

Bobby Nasution Mediasi Masalah Lahan SMAN 5 Pematangsiantar

Bobby Nasution Mediasi Masalah Lahan SMAN 5 Pematangsiantar

Sumut | Kamis, 16 April 2026 | 16:55 WIB

Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026

Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 16:51 WIB

Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah

Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah

Banten | Kamis, 16 April 2026 | 16:49 WIB

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:48 WIB

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus

Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus

Video | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Film Salmokji: Whispering Water Lagi Viral, Intip Sinopsis dan Jajaran Pemainnya

Film Salmokji: Whispering Water Lagi Viral, Intip Sinopsis dan Jajaran Pemainnya

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 16:46 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang

Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang

Jabar | Kamis, 16 April 2026 | 16:42 WIB