Mahfud MD Dituding Terlalu Offside Urusi Lukas Enembe, Pengacara: Ini Tekhnis KPK

Suara Denpasar

Selasa, 27 September 2022 | 11:02 WIB
Mahfud MD Dituding Terlalu Offside Urusi Lukas Enembe, Pengacara: Ini Tekhnis KPK
Mahfud MD Dituding Terlalu Offside Urusi Kasus Lukas Enembe, Pengacara: Ini Tekhnis KPK (dok kompastv)

Suara Denpasar-  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dituding terlalu offside dalam menyikapi kasus dugaan korupsi gubernur Papua Lukas Enembe.

Sikap Mahfud MD ini membuat Stefanus Roy Rening selaku kuasa hukum Lukas Enembe melontarkan kejengkelannya atas apa yang dikatakan Mahfud MD.

"Ini yang saya biang politisasi, karena apa, pak Mahfud gak usah (ngurusi) penegakan hukum yang konkret begini, ini urusan pimpinan (KPK), kok dia bisa ngomong tekhnis, dia harus bisa membatasi kewenangan dia di mana," kata Stefanus Roy Rening seperti dikutip dari wawancara Kompas TV, Selasa (27/9).

Dia mempertanyakan seolah Mahfud bisa masuk kemana-mana, dia mempertanyakan apakah Mahfud juga bisa mempengaruhi penyidikan.

"Apakah dia bisa masuk mempenrauhi penyidikan, apakah KPK di bawah Kemenkopulhukam, undang-undang mengatakan KPK independen," terangnya.

Pihaknya sangat menghormati KPK, bahkan mempersilakan disidik, namun apa yang dilakukan Mahfud dianggap terlalu berlebihan.

"Kita juga menghormati teman-teman di sini (KPK), ini yang saya katakan pak Mahfud selalu offside, dia berpikir bangsa ini negara ini dia yang punya, kita menghormati pimpjnan mereka silakan sidik," terangnya.

Menurutnya KPK saja masih bertahap dalam melakukan penyidikan.

"KPK saja ketika lihat perkembangannya dia pelan-pelan, kok pak Mahfud bypass, dengan statemen yang bisa membuat hoaks, membuat pembodohan publik, mengganggu semua kita," ulasnya.

Hingga kemarin pemeriksaan penyidik KPK terhadap Lukas Enembe belum bisa dilakukan. 

Mahfud MD membantah jika penerapan tersangka ini politis. dia menyebut ini murni kasus hukum.

"Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu, melainkan berdasarkan temuan dan fakta hukum," jelasnya.

Dia berarap Lukas untuk datang saja ke KPK.

"Jika tidak cukup bukti kami semua yang ada di sini (menjamin) dilepas, dihentikan, tapi kalau cukup bukti ya harus bertanggung jawab," jelasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Modus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Bondowoso, Ketua DPRD Blak-blakan, PT PI Tunggu Rekomendasi

3 Modus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Bondowoso, Ketua DPRD Blak-blakan, PT PI Tunggu Rekomendasi

| Senin, 26 September 2022 | 17:13 WIB

Masyarakat Papua Banyak yang Miskin, Judi dan ke Kasino Lukas Enembe Gunakan Private Jet

Masyarakat Papua Banyak yang Miskin, Judi dan ke Kasino Lukas Enembe Gunakan Private Jet

| Senin, 26 September 2022 | 12:29 WIB

Korupsi, Buang Saja Oknum Hakim Agung ke Nusa Kambangan

Korupsi, Buang Saja Oknum Hakim Agung ke Nusa Kambangan

| Senin, 26 September 2022 | 09:08 WIB

Terkini

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Timnas Putri Indonesia Takluk dari Singapura, Satoru Mochizuki Minta Maaf

Timnas Putri Indonesia Takluk dari Singapura, Satoru Mochizuki Minta Maaf

Jabar | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:24 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Rahasia Maliq & D'Essentials Eksis 24 Tahun: Rekam Tumbuh Kembang Personel Lewat Lagu

Rahasia Maliq & D'Essentials Eksis 24 Tahun: Rekam Tumbuh Kembang Personel Lewat Lagu

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:54 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko

Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:50 WIB