Bahkan salah satu lontar kawisesan menyebutkan bahwa Dasaksara adalah Dasabayu. Setelah mengolah Dasaksara, ada proses nyurupang (meleburkan) Dasaksara menjadi 10 wijaksara (benih aksara) yang terangkai menjadi rajah Dasabayu dan dibaca: ONG IAKASAMARALAWAYAUNG.
Ketika kita tekun mengolah Dasabayu melalui napas, maka Sanghyang Dasabayu akan bertutur: ONG (dengung semesta sebagai kesadaran Sunya/Suwung), I (idhêp, spirit, jiwa), AKASA (ruang tanpa batas), MARA (kemurnian), LAWA (pintu), YA (yukti/sejati), UNG (tirtha amerta kehidupan). Arti sederhananya:
"Kesadaran Suwung yang berdiam di akasa idhêp, yang murni dan tanpa batas, di sana pintu tempat mengalirnya tirtha amerta kehidupan sebagai sari prana/bayu. Jiwa sejati akan terlepas dari pintu itu sesuai kehendaknya."
Demikian Tantra Satra mengulas tentang Dasabayu pada tubuh manusia. Semoga bermanfaat. ***