Suara Denpasar- Dedi Mulyadi atau yang biasa dipanggil Kang Dedi ternyata memendam keinginan untuk menjadi tentara.
Dia bahkan pernah memberanikan diri untuk mendaftar menjadi bagian dari angkatan bersenjata tersebut.
Kang Dedi lalu memutuskan untuk mendaftar melalui akademi militer Akmil.
Sayangnya saat mendaftar dia gagal di tahap awal karena kondisinya yang kekurangan gizi.
Berat badannya tidak memenuhi standar ideal untuk menjadi pasukan tentara nasional Indonesia (TNI) tersebut.
Tidak ingin menyerah, dia kemudian mendatar menjadi bagian dari korps Bhayangkara alias polisi.
Namun lagi-lagi karena berat badannya tidak memenuhi standar, dia kembali ditolak menjadi bagian dari polisi.
Kehidupan masa kecil hingga remaja dilaluinya dengan penuh keprihatinan.
Makan hanya dengan sambal sudah menjadi menu sehari-hari pria yang kini menjadi anggota DPR RI tersebut.
Dia juga rutin puasa Senin Kamis sejak usia sekolah dasar (SD).
"Lulus SMA masuk Akabri saya tidak masuk, karena berat badan, saya masuk Secaba, saya tidak lulus lagi, saya tidak masuk karena berat badan, badan saya kurus," jelas Dedi Mulyadi seperti yang ia ceritakan di akun youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, dikutip pada Selasa (4/10).
Gagal menjadi angkatan, dia kemudian memutuskan untuk masuk ke perguruan tinggi.
Namun langkah itu tidak mudah, dia harus berpikir dua kali jika harus kuliah tinggal di Bandung.
"Saya masuk perguruan tinggi, saya lulus, tapi saya tidak mengambilnya karena kasihan bapak ibu membiayai saya, dari mana uang untuk tinggal di Bandung, bagaimana uang kontrakan dan lainnya," jelas dia.
Dia kemudian sempat memutuskan tidak kuliah, namun tiba-tiba atas kebaikan sang kakak, dia kemudian mendapatkan tumpangan di rumah kontrakan.
Dia kemudian kuliah dan sambil jualan di koperasi dan kemudian aktif di organisasi.
Dari sana dia mengenal banyak orang, usai kuliah kemudian jualan beras.
Dari sinilah karir politiknya dimulai, dia kemudian menjadi anggota DPRD, lalu sampai dilirik menjadi wakil bupati, hingga menjadi bupati lalu menjadi anggota DPR RI.
"Semua rangkaian perjalanan hidup saya lakukan dengan kerja keras dan kepedihan," ulasnya.
Kini setelah sukses dalam karir politiknya, dia dihadapkan dengan gugatan dari sang istri.
Kini kang Dedi juga dihadapkan dengan gugatan cerai yang dilayangkan istrinya Anne Ratna Mustika.
Sidang perdana bakal digelar pada Rabu 5 Oktober 2022 di Pengadilan Agama Purwakarta. ***