Suara Denpasar - Sejumlah kader memutuskan hengkang dari Partai NasDem. Salah satunya Niluh Djelantik. Hal itu menyusul deklarasi dari Partai NasDem yang mengusung Anies Baswedan dalam pilpres 2024 mendatang.
Niluh Djelantik sendiri memiliki alasan mendasar kenapa dirinya hengkang. Pada intinya dia tak setuju dengan pencalonan Anies sebagai Capres yang diusung NasDem untuk 2024 mendatang.
Bagaimana sebenarnya sepak terjang Niluh Djelantik dalam dunia politik?. Niluh Djelantik sendiri awalnya dikenal sebagai seorang pebisnis. Dia memiliki brand sepatu dan sandal yang banyak dipakai oleh artis luar negeri.
Lambat laun, dia menjadi seorang influencer. Niluh Djelantik gentol menyuarakan isu-isu sosial. Terutama yang sedang hangat terjadi dan diperbincangkan di Bali.
Lalu pada Pilpres 2014 lalu, Niluh Djelantik masuk dalam jajaran tim kampanye Jokowi. Namun rupanya bagi dia perjuangannya belum selesai.
Hingga pada suatu ketika, dia bertemu Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pertemuan itu, Ahok menyarankan Niluh Djelantik untuk masuk partai politik. Hal itu agar dia bisa lebih leluasa memperjuangkan nasib masyarakat.
"Kalau mau seperti itu (berjuang), masuklah ke dalam sistem (politik) harus menjadi the law maker. Perkataan Ahok itu momen setahun sebelum Pileg," ujar Niluh Djelantik menirukan perkataan Ahok, Jumat (7/10/2022).
Niluh Djelantik yang saat itu juga merupakan Ahoker Sejati, memilih bergabung ke Partai PSI. Tak dimungkiri, sebagai seorang Ahoker, saat itu dia banyak mengambil semangat dari gerakan politik Ahok sendiri.
Hingga akhirnya di tahun 2016, menjelang kontestasi Pilgub Jakarta, Niluh Djelantik masuk dalam jajaran Posko Teman Ahok. Tugas mereka saat itu adalah untuk memuluskan langkah Ahok dalam Pilgub Jakarta.
Baca Juga: Jawaban Luhut Apakah Ingin Jadi Presiden atau Wakil Presiden? 'Hidup Ini Penuh dengan Misteri'
Sayangnya, Ahok kalah dari Anies Baswedan. Bahkan saat itu Ahok malah terjerat kasus penistaan agama yang akhirnya membuat dia dipenjara dua tahun.
"Di tahun 2017 kembali lagi memperjuangkan anak bangsa Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kemudian akhirnya berada dalam kondisi semua diketahui (Ahok) masuk penjara," katanya.
Di tahun itu, Niluh Djelantik memutuskan keluar dari partai PSI. Alasan utamanya saat itu adalah usia dia yang tak lagi masuk dalam kategori milenial. Sementara saat itu, PSI digambarkan sebagai sebuah partai yang digerakkan oleh kaum milenial.
Keluar dari PSI, Nilih Djelantik kemudian dipinang oleh Partai NasDem. Di tahun 2019, dia langsung tancap gas. Niluh Djelantik bertarung sebagai calon DPR RI atau Caleg, dapil Bali dengan nomor urut 3.
Sayangnya, suara yang diraihnya dari Bali kalah banyak. Dia hanya meraup hampir 20 ribu suara. Kendati demikian, dia tetap bangga mengenakan seragam Partai NasDem. Namun kini, Niluh Djelantik membuat keputusan mengejutkan.
Dia kembali hengkang dari partai politik, NasDem. Alasan utamanya adalah keberadaan Anies Baswedan yang diusung sebagai capres oleh NasDem. Baginya, Anies telah terlanjur digambarkan sebagai politikus yang memainkan politik identitas.
"Kita tidak pernah memposisikan dia bapak politik identitas, tapi dia ada. Seharusnya dia bisa cegah itu biar istilah itu tidak keluar, semua sudah terjadi tidak ada penyesalan tidak ada yang saya takuti hidup harus dijalan," tambahnya.
Kini status Niluh Djelantik tak memiliki partai. Kendati demikian, menurutnya berjuang untuk masyarakat saat ini tak harus dengan partai.
"Mbok perlu waktu berjuang untuk masyarakat tidak harus selalu melalui partai politik. Mbok tidak trauma dan kapok dinamika indahnya dunia politik. untuk masuk ke Parpol belum memutuskan," pungkasnya. (MNP)