Setelah itu polisi menghalau para suporter dengan melakukan tindakan represif. Di antaranya menembakkan gas air mata dan melakukan kekerasan terhadap suporter. Polisi juga menembakkan gas air mata ke tribun, sedangkan para suporter terjebak di tribun karena tidak bisa keluar dari pintu yang terkunci. Dalam kondisi panik akibat gas air mata, suporter berdesakan, mengalami sesak napas, hingga saling injak dan meninggal dunia. (PMJNews/ Antara)
Innalillahi, Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Tambah 1 Lagi, Total Jadi 134 Orang
Suara Denpasar Suara.Com
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:12 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Stadion Kanjuruhan Diruntuhkan, Dandhy Laksono: Yang Mati Suporter, yang Dihukum Stadion
19 Oktober 2022 | 14:13 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Entertainment | 04:00 WIB
Jogja | 03:35 WIB
Jawa Tengah | 03:05 WIB
Entertainment | 03:00 WIB
Jawa Tengah | 02:18 WIB
Sumsel | 23:34 WIB