Suara Denpasar – Sapeul Akbar alias Om Zein merupakan salah satu kawan Kang Dedi Mulyadi sejak mahasiswa. Khususnya di HMI Cabang Purwakarta pada era 1990-an. Dia pun melihat Kang Dedi seperti sudah mewakafkan hidupnya untuk masyarakat.
Om Zein mengatakan, bilaa sekarang Kang Dedi terlihat memiliki konten banyak membantu orang, sebetulnya itu sudah dilakukan jauh sebelumnya. Jauh sebelum ada media sosial, salah satunya Youtube.
“Dari dulu dia suka membantu. Teman-teman HMI, termasuk saya sendiri, (Kang Dedi bilang) tinggal saja di (sekretariat) cabang (HMI Purwakarta), soal makan bareng-bareng,” jelas Om Zein kepada Maulana Akbar Ahmad Habibi, anak sulung Kang Dedi Mulyadi melalui Youtube Maula Akbar dikutip Suara Denpasar, Sabtu (22/10/2022).
Selain menjadi aktivis mahasiswa, kata Om Zein, Kang Dedi juga punya kerja sampingan. Salah satunya jualan beras, dan lainnya. Dengan demikian, dia pun melihat Kang Dedi seorang pekerja keras.
Salah satu yang dia pedomani dari Kang Dedi adalah dia orang yang memiliki kunci dalam hidup: KEYAKINAN.
“Itu yang tidak dimiliki orang lain. Selalu yakin apa yang dia lakukan selama apa yang dilakukannya benar. Itu kunci. Yakin, itu aja,” jelasnya.
Contoh hal kecil, kata Om Zein, soal besok gimana apakah kita makan atau gak, Kang Dedi yakin besok akan makan. “Kita gak pernah berpikir nanti makan dari mana. Tapi dia yakin aja,” terangnya.
Soal keyakinan, di HMI juga ada slogan Yakusa. Yakin usaha sampai. Artinya, setiap usaha harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan keyakinan penuh akan tercapai.
Om Zein juga menilai Kang Dedi dilihat dari kaca mata teman, dia adalah teman yang care. Atau peduli. Perhatian kepada teman. Bahkan, menurutnya, Kang Dedi juga orang yang tidak bisa melupakan jasa orang lain.
“Ketika berkawan, komitmennya bisa diandalkan, dipertanggungjawabkan, dia sangat komitmen. Karena dia menilai teman itu sebuah barisan, bukan kumpulan,” katanya.
Sebagai tokoh publik, kata dia, Kang Dedi termasuk orang yang hampir seluruh waktunya diwakafkan untuk masyarakat. Bila sehari ada 24 jam, Om Zein melihat Kang Dedi bisa menghabiskan 15-20 jam perjalanan hidupnya untuk kepentingan masyarakat.
“Itu luar biasa. Saya gak kuat. Dia itu rutin. Kalau dia mewakafkan hidupnya untuk masyarakat, ya, memang gitu. Melihat realitanya, untuk jadi tokoh publik, jarang ditemukan, luar biasa lah,” paparnya.
Ketika Maula Akbar meminta Om Zein menilai Kang Dedi dalam satu kata, dia menjawab, “Satu kalimat aja, (Kang Dedi) orang baik,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Kang Dedi aslinya dari Subang. Namun dia kuliah di Purwakarta, hingga berkarier di Purwakarta. Pada 2003 dia menikahi Anne Ratna Mustika. Namun, 19 September 2022 lalu dia digugat cerai Ambu Anne ke Pengadilan Agama Purwakarta. Saat ini proses sidang cerai masih berlangsung. (habis)