Suara Denpasar - Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang istri, Anne Ratna Mustika.
Ia mengaku bingung dengan keputusan Ambu Anne sampai-sampai harus melakukan gugatan cerai.
Pasalnya, Dedi Mulyadi merasa tak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya selama ini, terutama setelah ia purnatugas dari jabatan Bupati Purwakarta.
"Hari ini saya harus menghadiri peristiwa yang tidak saya kehendaki, sesuatu yang aneh menurut saya," katanya sesaat sebelum menghadiri sidang mediasi kemarin, Kamis (27/10/2022).
Ia mengatakan, selama 1,5 tahun pasca tak menjabat sebagai bupati, ia memiliki banyak waktu untuk berada di rumah dan mengurus sang buah hati, Ni Hyang Sukma Ayu.
"Saat jadi bupati bekerja, selesai jadi bupati santai, saya banyak menghabiskan waktu pagi sampai malam hanya untuk ngasuh niniang (anak ketiga), dan itu 1,5 tahun saya ngasuh niniang, total gak kemana-kemana," ungkapnya.
"Banyak waktu yang saya gunakan di rumah bersama niniang, di rumah juga tidak sama siapa-siapa," imbuhnya lagi.
Tak tahu apa kesalahan yang dibuatnya, Dedi Mulyadi sampai saat ini juga masih tak mengerti alasan Ambu Anne melakukan gugatan cerai itu.
Apalagi, disebut-sebut, Ambu Anne telah berusaha bertahan selama 6 tahun terakhir sebelum akhirnya mantap menggugat cerai suaminya.
Baca Juga: Uus Menangis, Ungkap Masa Lalu Istrinya Yang Kelam, Pakai Obat Hingga Seks Bebas
Ditanya soal alasan gugat cerai, Ambu Anne hanya memberikan jawaban tersirat mengenai hak istri dalam rumah tangga yang telah dilanggar oleh Dedi Mulyadi.
"Alasannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hak-hak sebagai seorang istri, dan tentu saja karena saya muslim, tentu saja mengacu kepada syariat Islam," tutur Ambu Anne.
Ia bahkan menyebut bahwa Dedi Mulyadi telah melanggar syariat Islam paling dasar dalam rumahtangga.
"Ya, jelas lah, kalau tidak melanggar, saya tidak berani melangkah menggugat cerai," ucapnya tegas.