Suara Denpasar - Dedi Mulyadi dalam unggahan terbarunya menjelaskan mengapa tak memakai iket atau udeng saat hadir di Pengadilan Agama Purwakarta. Namun, sebelum membahas itu, dia membahas tentang sesutu yang lepas tak perlu disesali. Sebab, nanti akan ada lagi gantinya.
Ya, dia mengatakan adalah ketika duduk di pinggir kolam sembari memancing. Mulanya ikan yang dia tangkap lepas ke kolam.
Terkait ikan tersebut, dengan bijak dia mengatakan bahwa "kalau sudah lepas gak usah disesalin. Nanti juga ada ikan lagi yang nyangkut."
Dengan panjang lebar, dia mengatakan bahwa tak perlu disesali karena masih ada banyak ikan di kolam. Sebab, jika kamu menangisi sesuatu yang lepas, maka kamu seolah "melupakan ikan-ikan lain yang menanti umpan."
Setelah itu dia berhenti menjelaskan terkait ikan itu."Nanti ke mana-mana lagi tafsirnya.”
Sudah Move On?
Ucapan Kang Dedi soal lepasnya ikan dan tak perlu menyesali memang bisa diartikan banyak hal. Bagaimana tidak, dia saat ini diambang perceraian dengan sang istri, Anne Ratna Mustika.
Misalnya komentar seorang warganet yang sepakat dengan ucapan Kang Dedi.
"Lepaskan apa yang memang harus di lepas, Yakinlah Sesuatu yang Indah akan Datang Menghampiri Bapak....Doa terbaik untuk Bapak Dedi Mulyadi," tulis seorang warganet.
Untuk diketahui, Ambu Anne, istrinya yang menemaninya 20 tahun melayangkan gugatan cerai. Bahkan sidang sudah memasuki agenda ketiga yaitu mediasi.
Dua kali sidang pertama, Dedi absen dan diwakili oleh kuasa hukumnya. Dia baru datang saat sidang ketiga.
Usai sidang Kang Dedi mencurahkan hatinya seolah tak habis pikir mengapa diceraikan.
Dia mengatakan pernah menjadi wakil bupati lima tahun dan menjadi bupati sepuluh tahun. Selama menjabat itu, dia tidak pernah menggugat cerai istrinya.
"Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati, saya digugat cerai,” kata Dedi, di Purwakarta, Kamis.