Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi hadir di tengah kehidupan Mang Agus warga yang tinggal di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pemulung yang ditinggal istrinya ini mengasuh tiga anaknya yang kini berusia 16, 13, dan 7 tahun.
Anak pertama dan kedua putus sekolah. Yang pertama hanya sampai kelas 3 SD, sedangkan yang kedua hanya sampai kelas 1 SD. Sedangkan anak ketiga yang berusia 7 tahun tidak sekolah.
Dia pun menanyakan mengapa Mang Agus membiarkan anaknya tidak sekolah. Padahal sekolah dasar gratis. Sebab, ketika orang tuanya miskin, dan anak-anaknya tidak sekolah, maka seperti akan melanjutkan lingkaran kemiskinan.
“Bapaknya miskin, nanti anaknya miskin. Bapak punya cucu, miskin lagi, bapak punya cicit, miskin lagi. Terus nggak selesai-selesai. Harus selesai. Bapak harus tanggung jawab sebagai orang tua,” kata Kang Dedi saat menemukan Mang Agus di pinggir jalan sedang menarik gerobak dengan anak ketiganya sebagaimana tayang di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, dikutip Suara Denpasar Selasa (1/10/2022).
Kang Dedi akhirnya memarahi Mang Agus yang salah mendidik. Dia menegaskan orang tua tidak bisa membiarkan anaknya tidak bersekolah. Setelah memarahi Mang Agus, Kang Dedi pun mengajaknya pulang ke rumah kontrakannya.
Mereka kemudian naik mobil Kang Dedi menuju rumah kontrakan Mang Agus, sambil mampir di toko perlengkapan sekolah dan minimarket. Sebab, sebelumnya dia mendengar anak-anak Mang Agus hanya makan nasi dengan lauk kerupuk.
“Bapa gak boleh membiarkan (anak-anak tak sekolah). Manusia itu tergantung niatnya. Gak ada kalimat saya miskin,” tegas anggota DPR RI dari Partai Golkar ini.
Menurut Kang Dedi, bila seseorang ada niat, termasuk mendidik atau menyekolahkan anaknya, maka selalu ada jalan, dan tidak ada masalah.
“Bapak ruginya banyak. Rumah gak punya, makan hanya kerupuk, anak-anak gak sekolah,” kata Kang Dedi kepada Mang Agus di dalam mobil T 990 DM.
Menurut Kang Dedi, manusia harus mengubah nasib. “Saya kesal banget sama Bapak. Bapak ketiga anaknya tidak sekolah. Bapak tidak bertanggung jawab pada anak-anak Bapak. Kalau tidak bertanggung jawab kenapa anak Bapak dibikin?” tanya Kang Dedi menohok membuat Mang Agus tak kuasa menjawab.
Meski memiliki sikap tegas dan galak, Kang Dedi tetap menunjukkan sikap welas asih. Dia meminta sopirnya menghentikan laju kendaraan untuk mampir di toko perlengkapan sekolah dan minimarket untuk membeli bahan kebutuhan pokok. Dia membelikan sepatu, kaus kaki, dan tas untuk sekolah.
“Besok harus sekolah,” kata Kang Dedi tegas kepada anak usia 7 tahun ini.
Selesai dari toko perlengkapan sekolah, Kang Dedi mampir di minimarket. Membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok, dari beras, minyak goreng, telur, dan lainnya.
Di minimarket ini, Kang Dedi sempat bertanya mengapa istri dari Mang Agus meninggalkannya. Mang Agus mengaku dicerai oleh mertuanya. Dikatakan, nama istrinya Yeni Amalia.
"Ya gak bisa bapak diceraikan sama mertua bapak," katanya.