Suara Denpasar - Ketika memutuskan menjadi mualaf, Deddy Corbuzier memiliki cara pandang yang menarik dan bijak ketika mengangkat tema soal video wanita yang masuk masjid tanpa melepas alas kaki sembari membawa anjing.
Wanita yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama pada tahun 2019 tersebut dari kacamata Deddy Corbuzier harus belajar banyak dari hewan peliharaannya.
“Pertama, jangan salahkan anjingnya. Kedua, jangan salahkan agamanya,” demikian kata Deddy Corbuzier dalam video di kanal youtubenya yang diposting tiga tahun lalu.
“Seratus persen anjing itu tidak tahu apa-apa. Itu anjing chihuahua. It’s toys dog yang tugasnya cuma untuk lucu-lucuan doang, nggak ngerti apa-apa dibawa sama orang yang punya. Justru yang punya harus belajar banyak dari peliharaannya," imbuh dia.
Sebagai mualaf dirinya juga respek dengan jemaah Masjid Al-Munawaroh. Sebab, tidak ada satu pun jemaah yang menyakiti, memukul, atau menendang anjing tersebut. Dia mengatakan hal ini adalah tindakan yang luar biasa.
Pesan dia lagi, sebagai orang yang terlahir dari lingkungan Katolik. Tidak pernah dalam Katolik mengajarkan pemeluknya untuk membawa anjing ke masjid dan tidak membuka alas kaki.
Dia melihat hal ini lebih kepada sikap tak terpuji dari sosok perempuan tersebut. “Itu perilaku yang sangat amat bodoh menurut saya pribadi,” tukasnya.
Untuk diketahui berdasarkan pemeriksaan dan rekan medis terhadap perempuan tersebut oleh tim ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Diketahui yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan berupa skizofrenia paranoid dan skizoafektif. Bahkan sudah menjalani perawatan sejak tahun 2013, namun akhirnya berhenti minum obat. ***
Baca Juga: Bodi Seperti Hulk, Deddy Corbuzier Gunakan Bodyguard: Sering dapat Ancaman Pembunuhan