Seniman Made Bayak Ajak Orang Melukis Untuk Menjaga Bali dari Krisis Iklim

Suara Denpasar

Senin, 07 November 2022 | 18:41 WIB
Seniman Made Bayak Ajak Orang Melukis Untuk Menjaga Bali dari Krisis Iklim
Melukis krisis iklim dengan Made Bayak, di Denpasar. (Rovin Bou/ Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Made Muliana Bayak seniman asal Bali ikut mengkampanyekan jaga bumi dari krisis Iklim. Ia mengajak peserta diskusi dan talk show untuk melukis pada kanvas yang sudah ia siapkan untuk menyampaikan aspirasi terkait krisis Iklim. 

Komunitas 350.id Indonesia menyelenggarakan diskusi dan talk show di Amaris Hotel, Teuku Umar, Denpasar pada minggu (6/11/2022). Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yaitu Sesi diskusi dan talk show. 

Pada kesempatan tersebut, Made Bayak sebagai pengisi materi talk show yang bertajuk "Ruang Aspirasi dan Seni Anak Muda Bali Untuk Iklim" mempresentasikan beberapa aksi vandalisme yang dilakukan sejumlah orang di museum-mesum besar dunia. 

Aksi vandalisme itu berupa pelemparan kue dan saos tomat pada lukisan terkenal dunia dibeberapa tempat. Salah satunya adalah maha karya Leonardo Da Vinci yaitu lukisan Mona Lisa di Museum Louvre, Paris, pada Minggu 29 Mei 2022.

Dalam penjelasannya, Made Bayak mengatakan bahwa para pelaku melakukan itu sebagai bentuk protes terhadap kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar dunia. 

Setelah mempresentasikan materinya, Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu mengajak peserta talk show untuk melukis atau mencoret-coret kanvas yang sudah tersedia sebagai partisipasi orang muda Bali untuk menuangkan aspirasi terhadap krisis iklim.

"Silahkan tuangkan ide kreatif atau aspirasi teman-teman, mau itu ajakkan untuk menjaga lingkungan ataupun protes terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini," ujar seniman yang sering dikenal sebagai seniman Plasticology karena mengolah sampah-sampah menjadi instalasi seni.

Semua peserta terlihat antusias menuangkan aspirasi. Ada yang menggambar ekskavator sebagai simbol eksploitasi alam, ada yang menggambar simbol perlawanan terhadap perampasan lahan oleh oligarki dan ada yang menuliskan ajakkan untuk menjaga bumi.

Beberapa karya lukis dalam acara 350.id di Denpasar yang dipandu seniman Made Bayak. [Rovin Bou/ Suara Denpasar]
Beberapa karya lukis dalam acara 350.id di Denpasar yang dipandu seniman Made Bayak. (sumber: Rovin Bou/ Suara Denpasar)

Untuk diketahui sebelumnya kegiatan ini diawali dengan diskusi dengan tema "Seriuskah Dunia Melakukan Transisi Energi Untuk Meredam Krisis Iklim?"

baca juga

Yang menjadi pemateri pada sesi diskusi ini adalah I Gede Robi Supriyanto alias Robi Navicula vocalis musik rock terkenal asal Bali Navicula Band. 

Robi Navicula berpandangan bahwa krisis iklim tidak akan terjadi atau bisa terselesaikan apabila pemerintah ketika melakukan suatu pembangunan ekonomi atau pembangunan apapun berlandaskan pada filosofi lokal asal Bali Tri Hita Karana.  

Bagi Robi Navicula jika setiap program-program pembanguan membawa serta konsep Tri Hita Karana di dalamnya makan program itu akan disebut paling ideal karena memperhatikan hubungan masa depan (Hubungan ketuhanan) hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam lingkungan.

"Jadi apapun yang kita lakukan baik itu individu maupun pemerintah harus memperhatikan tiga unsur yang termuat dalam konsep Tri Hita Karana, karena ada unsur manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam lingkungan," ucap pendiri Navicula Band dan aktivis lingkungan dan sosial itu.

Selain Robi Navicula, Sisil yang merupakan pemateri lain dalam sesi diskusi tersebut ketika ditanyai pendapat terkait konflik agraria yang sering terjadi antara masyarakat dan pemerintah, ia berpendapat bahwa konflik agraria tersebut sangat kompleks untuk dipahami karena ada kompetisi dan klaim kepentingan.

"Ada kompetisi dan klaim lahan antara masyarakat, pemerintah dan korporasi, dan kadang-kadang klaim pemerintah itu tidak berdasar namun karena kekuatan terbesar ada pada pemerintah akhirnya masyarakat yang harus mengalah meskipun masyarakat sudah tinggal di sana sudah turun temurun, mereka yang menjaga lingkungan itu untuk diwarikan kepada anak cucu mereka nanti" ujar Sisil.

Selanjutnya terkait krisis iklim sisil menjelaskan. "Kita sudah naik suhu 1.5 derajat celscius, dan itu kita sudah mencapai titik kritis, harapannya masih ada tapi waktunya sempit, sudah ada riset yang mengatakan komitmen pemerintahan Indonesia gak cukup, jadi raportnya merah," tutupnya.

Dian Paramita selaku penyelenggara kegiatan ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan diskusi-diskusi terkait krisis iklim dan langkah-langkah yang harus dilakukan. 

"Transisi energi menurut kami bisa meredam krisis iklim karena kita tidak lagi membakar energi kotor fosil yang menyebabkan polusi atau emisi ke udara, kita sudah beralih ke energi matahari atau angin," kata Dian yang juga sebagai digital organizer 350.id Indonesia tersebut. (*/Aryo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Robi Navicula: Kebijakan Pembangunan Pemerintah Mestinya Berlandaskan Tri Hita Karana

Robi Navicula: Kebijakan Pembangunan Pemerintah Mestinya Berlandaskan Tri Hita Karana

Denpasar | Senin, 07 November 2022 | 18:26 WIB

Gempa Terkini di Bali, Dirasakan di Denpasar dengan Pusat Gempa di Gianyar

Gempa Terkini di Bali, Dirasakan di Denpasar dengan Pusat Gempa di Gianyar

Denpasar | Minggu, 06 November 2022 | 07:25 WIB

Alasan Bali Dipilih Jadi Tempat TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2022

Alasan Bali Dipilih Jadi Tempat TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2022

Denpasar | Sabtu, 05 November 2022 | 21:03 WIB

Diskusi di Kampus Unud Pertanyakan Apa Kontribusi G20 untuk Rakyat Bali

Diskusi di Kampus Unud Pertanyakan Apa Kontribusi G20 untuk Rakyat Bali

Denpasar | Sabtu, 05 November 2022 | 08:56 WIB

Terkini

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×