7 Kejadian Aneh Sopir Ambulans Saat Hendak Bawa Mayat Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Dituntun Orang Tak Dikenal Hingga Jenazah yang Bolong

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 10 November 2022 | 13:57 WIB
7 Kejadian Aneh Sopir Ambulans Saat Hendak Bawa Mayat Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Dituntun Orang Tak Dikenal Hingga Jenazah yang Bolong
7 kejadian aneh sopir ambulans saat hendak jemput jenazah Brigadir J di rumah Ferdy Sambo. (Kolase Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Seorang sopir ambulans bernama Ahmad Syahrul Ramadhan tak menyangka dirinya akan menjadi bagian dari kejadian naas di rumah Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu. 

Ia kini diminta menjadi saksi bagi terdakwa Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf pada 7 November 2022, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Banyak hal mengejutkan yang terlontar dari kesaksian sopir ambulans yang akrab dipanggil Syahrul itu.

Dalam sidang yang dihadirinya itu, Syahrul menceritakan beberapa kejadian aneh yang dialaminya saat dalam perjalanan menuju rumah Ferdy Sambo. 

Berikut 7 kejadian aneh sopir ambulans ketika akan menjemput jenazah Brigadir J:

1. Dituntun Orang Tak Dikenal

Kepada Majelis Hakim dan Jaksa ia mengatakan bahwa awalnya ia diminta oleh atasannya untuk menjemput jenazah dengan satu titik lokasi penjemputan. 

Diketahui, titik penjemputan ini ternyata adalah rumah dinas Ferdy Sambo, di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang juga menjadi lokasi eksekusi terhadap korban Brigadir J. 

Namun, saat ia akan menuju lokasi titik tersebut, ia justru didatangi oleh orang tak dikenal saat sampai di RS Siloam Duren Tiga. 

Baca Juga: Mukanya Ketus saat Sang Anak Digendong Lesti Kejora, Nadya Mustika Beberkan Alasan, Cemburu pada Mantan Rizki DA?

"Lalu sampai di Siloam Duren Tiga, ada orang yang gak dikenal ketok kaca mobil bilang 'Mas, mas, saya yang pesen ambulans', langsung saya ikutin, beliau naik motor," ungkap Syahrul.

2. Syahrul Sempat Dihadang Memasuki TKP

Dalam kesaksiannya itu, Syahrul mengatakan bahwa saat tiba di lokasi kejadian, ia sempat dihadang oleh seorang anggota provost Polri.

"Disitu ada salah satu anggota Provost, lalu saya disetop ditanya mau kemana dan tujuan apa. Kemudian saya bilang 'permisi pak saya dapat arahan dari kantor saya, untuk jemput di titik lokasi', saya kasih unjuk lihat," terang Ahmad Syahrul.

3. Diminta Matikan Sirine Ambulans

Ketika Syahrul sampai di depan rumah dinas Ferdy Sambo. Ia diminta oleh seorang anggota provost untuk mematikan protokol dan sirine ambulans.

"Mas nanti lurus aja ikutin nanti diarahkan, minta tolong semua protokol ambulans dan sirine dimatikan," kata Ahmad Syahrul meniru obrolannya dengan seorang anggota provost kala itu.

4. Banyak Orang di TKP

Syahrul semakin dibuat terkejut ketika ia memasuki rumah dinas Ferdy Sambo. Menurutnya banyak orang berada di sana sembari membawa kamera.

"Sampai di dalam rumah saya kaget karena ramai dan banyak juga kamera," terang Syahrul.

Ia yang tak mengerti lantas memilih untuk terus berjalan mengikuti garis polisi ke dalam rumah Ferdy Sambo. 

5. Temukan Jenazah Dibiarkan di Bawah Tangga

Syahrul yang tak mengerti hanya mengikuti jalur dengan police line hingga akhirnya ia kembali dibuat terkejut melihat sesosok jenazah di bawah tangga depan kamar mandi. 

"Saya ikuti police line. Lalu saya terkejut di samping tangga ada jenazah," terang Syahrul.

Kepada Majelis Hakim dan Jaksa, Syahrul menceritakan bagaimana kondisi jenazah Brigadir J kala itu. 

Syahrul mengatakan bahwa jenazah Brigadir J tampak masih tergeletak bersimbah darah dan belum dibersihkan atau dimasukkan ke dalam kantong jenazah. 

"Belum (dimasukkan kantong jenazah) yang mulia. Masih tergeletak berlumuran darah," ungkapnya lagi. 

6. Sempa Diminta Periksa Denyut Nadi Brigadir J

Ketika berada di dekat jenazah, seorang anggota kepolisian tiba-tiba meminta kepada Syahrul agar ia memeriksa denyut nadi jenazah Brigadir J. 

Meski tampak aneh karena jenazah sudah bersimbah darah tak bernyawa, ia tetap menuruti untuk memeriksa denyut nadi Brigadir J. 

"Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek udah tidak ada nadinya," terang Syahrul.

7. Jenazah Brigadir J Bolong

Syahrul menjadi sosok orang di luar anggota kepolisian yang menyaksikan bahwa betul jenazah Brigadir J memiliki lubang atau bolong.

Dari pernyataan saksi dan penyelidikan kemudian lubang pada tubuh Brigadir J ini diketahui adalah bekas luka akibat tembakan peluru. 

"Iya yang mulia dan wajahnya ditutupi masker yang mulia. Dada yang mulia, luka tembak bolong," terang Syahrul.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI