Suara Denpasar- Dedi Mulyadi kembali mengunjungi warung sate maringgi langganannya yang selama ini sering dia puji karena sikap pemiliknya.
Kang Dedi bahkan tak segan menyebut si kang sate ini sebagai pahlawan kang sate lantaran menjual sate di bawah harga pada umumnya.
Pemilik warung ini juga sering berbagi dengan membagikan satenya kepada warga kurang mampu, juga kepada anak yatim.
Jualan sate dengan harga murah juga punya maksud tersendiri, yakni agar warga yang kurang mampu bisa mendapatkan asupan protein.
Bahkan di Hari Pahlawan 10 Nopember 2022 ini dia tidak segan-segan menyematkan pahlawan sate bagi si pemilik sate ini.
Nama warung sate maranggi ini adalah warung si Bungsu yang menyediakan berbagai menu kudapan seperti sate maringgi dan menu lainnya.
Di tempat ini satu tusuk sate hanya dijual Rp2.000, sedangkan pada umumnya sate yang dijual di warung makan berkisar Rp3.000 sampai Rp5.000.
Kang Dedi sempat menyarankan untuk dinaikkan harganya menjadi Rp3.000, namun si pemilik warung enggan menaikkan dengan alasan agar masyarakat yang kurang mampu bisa membelinya.
"Pahlawan sate maranggi. Berani jual murah agar orang miskin masih bisa makan sate maranggi. Selamat Hari Pahlawan," demikian unggahan Kang Dedi Mulyadi di akun instagram pribadinya, Kamis (10/11/2022).
Kang Dedi juga mengunggah momen ini di akun youtube pribadinya.
"Baiknya dia akang sate ini adalah jual satenya dengan harga murah, sate maranggi di tempat lain rata-rata harganya Rp 4.000, Rp5.000, di sini Rp2.000, saya sudah mengusulin Rp 3.000, karena harus bayar bangunan, bayar pajak, karyawan," jelas Kang Dedi.
"Kalau jual Rp3.000 kasihan masyarakat kecil," jelas pemilik sate ini.
Pemilik warung yang biasa membagi-bagikan sate ke anak yatim sebuah yayasan ini juga disarankan Kang Dedi untuk membagikan juga kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar lokasi warung berada.
"Biar mereka tidak menikmati asapnya saja," ujar Kang Dedi Mulyadi. ***