Suara Denpasar – Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dengan seorang tukang sapu jalanan yang biasa dipanggil oleh teman-temannya dengan sebutan Ahong.
Ahong yang memiliki nama asli Gunawan ini bertemu dengan Kang Dedi saat keduanya berada di kawasan banjir di Purwakarta.
Kang Dedi saat itu sedang memantau ruas jalan yang terendam air pasca hujan lebat yang mengguyur kota ini.
Mendadak Acong lalu mendekati Kang Dedi lalu mengenalkan dirinya kepada Kang Dedi yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI itu.
Begitu diperkenalkan Kang Dedi sedikit kaget, rupanya sosok Acong ini adalah tukang sapu yang beberapa tahun lalu diberikan penghargaan sebagai tukang sapu berprestasi.
Ahong adalah tukang sapu tenaga harian lepas (THL) milik Pemkab Purwakarta.
“Saya Ahong, tukang sapu yang dulu,” kata Acong seperti yang diunggah di akun Youtube Lembur Pakuan Channel dikutip pada Kamis (10/11/2022).
“Ahong tukang sapu yang dulu? Ya Allah, Ya Rabbi. (sekarang) masih sapu-sapu?,” kata Kang Dedi Mulyadi.
Ternyata keduanya sudah saling kenal sejak lama, bahkan Acong langsung mengingatkan jika dirinya pernah dibantu Kang Dedi.
Baca Juga: Permintaan Maaf Sule untuk Adzam, Anaknya dari Nathalie Holscher: Ayah Cuma Bisa..
Ahong juga sosok tukang sapu jalanan yang berprestasi, dia pernah mendapatkan reward hadiah dari Pemkab Purwakarta semasa Kang Dedi menjabat sebagai bupati.
Saat itu sekitar tahun 2017-2018 Acong mendapatkan hadiah uang tunai Rp5 juta dari Dinas Kebersihan ditambah reward dari PKK, Rp5 juta, sehingga total Rp10 juta.
Waktu itu Kang Dedi juga sempat memberikan bantuan Rp20 juta untuk anaknya kuliah.
Dari pekerjaan Ahong inilah anaknya kini anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi.
Anak keduanya yang bernama Megawani sudah lulus S1 Jurusan Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.
Kemudian anaknya yang lain bersekolah di SMAN 2 Purwakarta dan SMKN 2 Purwakarta.
Anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMA/SMK ini juga akan kembali dimasukkan ke bangku kuliah oleh Acong.
“Jadi tukang sapu kok bisa nguliahin anak?” tanya Kang Dedi.
“Yang penting mah percaya, Pak, sama Allah,” ungkap Ahong.
Ahong pun cerita bahwa anaknya mendapat beasiswa dari pemerintah karena kecerdasan si anak.
Per semester dapat dari pemerintah Rp4 juta. Kemudian Ahong memberi Rp1 juta jatah bulanan ke sang anak.
Kang Dedi Mulyadi pun salut dan mengagumi sosok Ahong yang hanya tenaga harian lepas namun punya tekat dan semangat menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.
Ahong tetap menekuni pekerjaannya demi pendidikan putra-putrinya. ***