Suara Denpasar - Kehidupan rumah tangga Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta kini terus jadi sorotan.
Usai melayangkan gugatan cerai pada akhir September 2022 lalu, baik Dedi Mulyadi maupun Ambu Anne seolah perlahan mulai membuka tabir yang menyelimuti biduk rumah tangga mereka.
Dalam suatu kesempatan, Ambu Anne bahkan menceritakan bagaimana tabiat Dedi Mulyadi yang membuatnya heran selama bertahun-tahun.
Pasalnya, selama ini Dedi Mulyadi disebutkan tak pernah pulang ke rumah dinas selayakanya sebuah keluarga yang seharusnya berkumpul bersama.
"Jarang pulang (ke rumah dinas) karena beliau sering di Subang,” kata Ambu Anne dilansir dari TikTok @putra_dermayu27, Selasa (15/11/2022).
Ambu Anne mengungkap, Dedi Mulyadi sangat jarang berada di rumah. Ia bisa berminggu-minggu tak berada di rumah dinas.
“Kadang seminggu dua minggu belum pulang,” ucapnya lagi.
Ambu Anne pun semakin heran mendapati Dedi Mulyadi tak pernah mau masuk ke kamar yang berada di rumah dinas ketika datang.
Dedi Mulyadi kata Ambu Anne lebih memilih menggunakan kamar tamu atau guest house yang letaknya terpisah dari rumah dinas.
"Jadi kamar yang selalu ditempati beliau namanya guest house itu di rumah dinas terpisah,” sambungnya.
Entah apa masalahnya hingga Dedi Mulyadi harus melakukan hal seperti itu. Namun demikian perlakuan Dedi Mulyadi itu akhirnya membuat Ambu Anne gerah hingga mengajukkan gugatan cerai kepada suaminya itu.
Ambu Anne merasa, Dedi Mulyadi telah lalai dalam tugasnya sebagai seorang suami. Yakni dalam hal menunaikan syariat Islam, terhadap hak-hak istri.
"Kebutuhan batin itu tidak melulu urusan ranjang, namun perlu seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," beber Ambu Anne ketika ditanya alasan mengajukan gugatan cerai.
Hingga kini, sidang mediasi gugatan cerai keduanya masih terus dilaksanakan.
Di lain sisi, Dedi Mulyadi ingin mempertahankan rumahtangganya, berbeda dengan Ambu Anne yang telah mantap untuk meneruskan proses gugatan cerai itu.