Suara Denpasar – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika sebelumnya mengusir suaminya, Kang Dedi Mulyadi dari Gedung Kembar dengan alasan akan dipakai organisasi perangkat daerah (OPD). Ternyata bukan. Apakah dia berbohong?
Kenyataannya memang, setelah Kang Dedi sudah bisa diusir dari bangunan bersejarah warisan kolonial Belanda tersebut, bukan OPD yang menempati. Melainkan ditempati Wakil Bupati Purwakarta, H Aming.
Padahal, H Aming selama ini sudah memiliki kantor di Gedung Negara, kompleks Pemkab Purwakarta. Di Gedung Negara, selain Wabup Purwakarta, juta berkantor Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Sekda Purwakarta, Norman Nugraha dan lainnya.
“Berarti ucapan Ambu itu bohong dan tidak tervalidasi. Semula Ambu katakan Gedung Kembar itu akan dibuat untuk Organisasi Perangkat Daerah yang belum memiliki kantor, nyatanya digunakan oleh H Aming, Wakil Bupati Purwakarta,” begitu narasi dari video berjudul Kang Dedi Mulyadi Angkut Harta Karun dari Gedung Kembar Purwakarta yang diupload kanal Youtube Dulur Rahayu, dikutip Suara Denpasar, Minggu (4/12/2022).
“Apakah hanya alasan saja agar Kang Dedi Mulyadi tidak ngantor di Gedung Kembar tersebut? Wallahualam,” tandas dari sang narator.
Sebelumnya, Ambu Anne memang menyatakan bahwa Gedung Kembar ini sudah empat tahun digunakan secara illegal oleh pihak lain tanpa izin dari Pemerintah Daerah Purwakarta.
Dia tak menyebutkan siapa orang yang menghui secara illegal tersebut. Namun, belakangan diketahui bahwa yang menggunakan adalah Dedi Mulyadi.
“Alhamdulillah hari ini sudah dikembalikan lagi, sudah sudah kosong kita akan gunakan untuk kegiatan pemerintahan daerah. Terutama yang memang ada beberapa OPD yang belum memiliki gedung,” ujar Anne Ratna Mustika di kanal YouTube Ambu Anne Channel yang tayang pada 2 November 2022.
Pernyataan Ambu itu ternyata meleset. Bukan OPD yang menempati bangunan Gedung Kembar setelah Kang Dedi bisa diusir. Melainkan Wabup Purwakarta, H. Aming.
Hal ini dibenarkan H Aming melalui channel Youtube Om Zein. Dalam video yang tayang 30 November 2022, Om Zein mendapat pengakuan langsung dari H Aming bahwa dia pindah sebagian ke Gedung Kembar. Namun, sebagian masih tetap di Gedung Negara atau Kantor Pekab Purwakarta.
“Pindah. Sebagian di sana, sebagian di sini. Kalau mau ngadem di sini,” kata H. Aming.
Kang Dedi Mulyadi sendiri mengakui, sejumlah stafnya menempati Gedung Kembar. Saat dia berkantor di sana sebagai bupati Purwakarta, Kang Dedi mengaku banyak melahirkan program-program spektakuler.
Dia awalnya merenovasi Gedung Kembar yang kumuh hingga menjadi tempat yang layak bahkan jadi ikon baru Purwakarta. Kemudian dia menata kawasan itu, hingga muncul adanya program wisata kuliner.
Selain itu, saat dia berkantor di Gedung Kembar, banyak menyerap aspirasi dari masyarakat. Dari Gedung Kembar, dia banyak membuat program yang digelontorkan ke para petani peternak.
Saat dia sudah menjadi anggota DPR RI, dia juga membantu petani melalui bantuan ratusan ribu pohon kopi arabika yang sekarang ditanam di kaki Gunung Burangrang Utara, tepatnya di Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta. Ada sekitar 100 petani yang menggarap lahan Perhutani seluas 200 hektare untuk tanaman kopi tersebut.