Suara Denpasar – Menghadapi Lionel Messi di partai puncak Piala Dunia 2022 akan menjadi sebuah pendekatan yang jauh berbeda menurut striker Prancis Antoine Griezmann.
Prancis sukses menghentikan laju Maroko dengan mencetak dua gol tanpa balas di laga semifinal lewat gol-gol yang dicetak oleh Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani.
Dengan kemenangan ini, Antoine Griezmann dan kawan-kawan berhak melaju ke partai final untuk kedua kali secara beruntun.
Tim asuhan Didier Deschamps bisa menjadi tim pertama setelah Brasil di edisi 1962 yang sukses mempertahankan gelar juara dunia, setelah sukses menjadi yang terbaik di Rusia 2018.
Namun Les Bleus harus melewati hadangan Argentina dengan Messi-nya yang sukses melaju ke final setelah menundukkan Kroasia tiga gol tanpa balas.
Laga final melawan Prancis diyakini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Messi untuk mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.
Griezmann pun menilai laga tersebut akan sangat ketat mengingat Albiceleste juga dalam performa apik.
“Sebuah pendekatan yang berbeda ketika menghadapi tim yang diperkuat oleh Messi di dalamnya. Kami telah menyaksikan permainan Argentina, Kami tahu cara mereka bermain, ini akan sulit.
“Mereka berada dalam performa terbaik, bukan hanya Messi, mereka juga memiliki pemain yang berkualitas di sekelilingnya,” ujar Griezmann usai laga melawan Maroko.
Baca Juga: Setelah 25 Tahun, 320 Karyawan Perbantuan di Palyja dan Aetra Balik Lagi ke PAM Jaya
Namun Griezmann pun yakin dengan persiapan yang matang, Prancis juga bisa membuat Argentina kewalahan.
“Kami tahu laga ini akan sulit dan mereka mendapatkan dukungan dari penonton. Kami akan mempersiapkan laga ini dengan baik dan lihat bagaimana Kami akan menundukkan mereka,” lanjutnya.
Prancis dan Argentina bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2018 dimana Les Blues sukses memetik kemenangan 4-3 yang akhirnya menjadi juara di akhir kompetisi.
Messi gagal mencetak gol di laga tersebut. Deschamps pun ditengarai akan mewaspadai ancaman yang diberikan penyerang Paris Saint-Germain itu pada laga yang mentas di Lusail Stadium.
“Performa Lionel Messi konsisten sejak awal turnamen. Empat tahun lalu, situasinya berbeda. Dia bermain sebagai penyerang tengah. Kini Dia bermain di belakang penyerang utama.
“Messi menerima bola dan membuat perbedaan. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan Dia telah menunjukkannya,” ujar eks pelatih Juventus itu.