Suara Denpasar – Wasit asal Polandia, Szymon Marciniak resmi ditunjuk pimpin laga paling prestisius di dunia yaitu final Piala Dunia 2022 antara Argentina Vs Prancis, Minggu 18 Desember di Lusail Stadium.
Penunjukkan Marciniak menjadi pengadil di partai puncak hanya berselang dua belas hari sejak dirinya memimpin laga keduanya di putaran final Piala Dunia 2022.
Ketika menjadi wasit laga Argentina Vs Australia, Marciniak didampingi tiga asisten yang juga berasal dari Polandia yaitu Pawel Sokolnicki, Thomasz Listkiewicz dan Thomasz Kwiatkowski (wasit VAR).
Ketiga asisten wasit tersebut akan kembali mendampingi Marciniak di laga final nanti.
Argentina mungkin memiliki pengalaman baik ketika dipimpin Marciniak pada laga 16 besar yang dimenangkan oleh Albiceleste 2-1 dimana dua kartu kuning dilayangkan untuk Australia.
Laga perdana yang dipimpin oleh Marciniak di turnamen ini adalah ketika Prancis memetik kemenangan atas Denmark 2-1 di fase grup.
Marciniak ketika itu memberikan kartu kuning kepada bek Les Bleus Jules Kounde dan dua untuk pemain Denmark.
Satu-satunya kartu merah yang pernah dilayangkan oleh Marciniak di musim ini adalah ketika memimpin laga Porto Vs Atletico Madrid di Liga Champions September lalu.
Marciniak mengacungkan dua kartu merah untuk gelandang Porto Mehdi Taremi karena melakukan diving.
Baca Juga: Soal OTT Wakil Ketua DPRD Jatim, Pukat UGM: Korupsi di Berbagai Lini Jadi Masalah Serius
Penampilan Marciniak di Piala Dunia memang menghasilkan rataan kartu kuning dan kartu merah yang lebih rendah dibandingkan ketika mengadili pertandingan antar klub.
Di Piala Dunia 2018 Rusia, Marciniak tidak memberikan satu kartu kuning pun di laga perdana yang Dia pimpin ketika Argentina bermain imbang 1-1 kontra Islandia.
Di laga berikutnya ketika Jerman menang 2-1 atas Swedia, Marciniak melayangkan dua kartu kuning untuk Jerome Boateng yang harus meninggalkan lapangan di menit ke-82.
Marciniak mencatatkan rata-rata empat kartu kuning di Champions League dan Europa League. Namun meningkat menjadi lima di kualifikasi Piala Dunia dan UEFA Nations League.
Marciniak mengacungkan sembilan kartu kuning di laga UEFA Nations League antara Bosnia Herzegovina kontra Montenegro September lalu.
Wasit berusia 41 tahun ini pun menjadi sosok kontroversial ketika memimpin leg kedua antara Real Madrid menghadapi Chelsea di Liga Champions.
Gol yang dicetak bek kiri Chelsea Marcos Alonso harus dianulir karena pemain asal Spanyol itu lebih dulu tertangkap handball.
Apabila Marciniak tidak menganulir gol tersebut, Chelsea mungkin saja lolos secara agregat dan Madrid tidak jadi juara musim Liga Champions 2021-2022.
Sepak terjang Szymon Marciniak memang cukup unik, namun ketegasannya akan kembali diuji di laga final Piala Dunia 2022 antara Argentina Vs Prancis. (*/Dinda)