Kang Dedi Mulyadi Beri Komentar Pedas Soal Penataan Desa yang Berantakan, Kecuali Bali 'Pejabatnya Tak Mengerti Lingkungan'

Suara Denpasar

Minggu, 25 Desember 2022 | 13:33 WIB
Kang Dedi Mulyadi Beri Komentar Pedas Soal Penataan Desa yang Berantakan, Kecuali Bali 'Pejabatnya Tak Mengerti Lingkungan'
Kang Dedi Mulyadi Beri Komentar Pedas Soal Penataan Desa yang Berantakan, Kecuali Bali 'Pejabatnya Tak Mengerti Lingkungan' (KDM Channel)

Suara Denpasar- Dedi Mulyadi selaku anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan memberikan komentar pedas terkait dengan penataan desa.

Kata mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menyebut jika penataan di desa-desa berantakan.

Banyak pejabat menurut pria yang biasa disapa Kang Dedi Mulyadi ini tidak mengerti soal ilmu lingkungan, sehingga penataan desa tidak memiliki konsep.

Hal ini kata Kang Dedi berbeda dengan zaman dahulu ketia setiap desa memiliki tokoh adat yang paham mengenai penataan di desa.

Berkaitan dengan hal tersebut Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Desa Trunyan Bali yang selama ini memiliki kearifan lokal, yakni kepercayaan yang saling berdampingan dengan alam.

"Ini kenapa bagian dari kunjungan kita komisi bidang lingkungan hidup karena ajaran leluhur kita di berbagai tempat itu agamanya lingkungan, mau sunda wiwitan, kaharingan baliaga, bali mula, semua agama mengajarkan bahwa ketaatan manusia salahsatunya kepada lingkungan, jelas Kang Dedi Mulyadi, dikutip pada Minggu (25/12).

Dia berharap struktur pemerintahan sampai ke tingkat desa harus memiliki jabatan bagian lingkungan.

"Kedepan negara harus memikirkan struktur pemerintahan sampai pada tingkat desa, itu kasinya hanya ada kasi kesos, kasi pemerintahan, kasi pembangunan gak pernah ada kasi lingkungan," jelasnya. 

Padahal kata Kang Dedi Mulyadi salahsatu masalah saat ini di Indonesia adalah soal lingkungan.

"Apa problem Indonesia hari ini, pemimpinnya gak ngerti ilmu lingkungan, termasuk di desa-desa, gak ngerti ilmu lingkungan, dulu di desa-desa itu selalu ada pemangku adat, dia ngerti ilmu lingkungan, rumah harus diletakkan di mana menghadap kemana, sekarang desa sudah berantakan, bukan di Bali ya, terutama di Jawa," jelasnya.

Seperti diketahui struktur pemerintahan desa di Bali memiliki namanya kaling atau kepala lingkungan yang bertugas mengatur soal lingkungan, dari soal tempat tinggal hingga pembangunan di desa tersebut. 

Desa-desa di Bali juga memiliki yang namanya kelian adat atau kepala bagian adat yang mengatur soal hukum adat dan hubungan sosial lainnya.

"Kami kesini (Trunyan Bali) biar ngerti, tanpa undang-undang orang sini sudah mentaati hukum lingkungan," pungkasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kang Dedi Mulyadi Sampai Kapok Digosipkan soal Perempuan, Sampai Lakukan Ini di Bali Agar Tak Dijodohkan

Kang Dedi Mulyadi Sampai Kapok Digosipkan soal Perempuan, Sampai Lakukan Ini di Bali Agar Tak Dijodohkan

Denpasar | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:48 WIB

Update Kasus SPI Unud! Penyidik Kejati Setia Tunggu Jadwal Ahli

Update Kasus SPI Unud! Penyidik Kejati Setia Tunggu Jadwal Ahli

Denpasar | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:35 WIB

Spaso Dibela Shin Tae Yong, Janjikan Ada Rotasi Kala Timnas Indonesia Lawan Brunai di Piala AFF 2022

Spaso Dibela Shin Tae Yong, Janjikan Ada Rotasi Kala Timnas Indonesia Lawan Brunai di Piala AFF 2022

Denpasar | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:23 WIB

Terkini

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan

BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

BRI Jalankan Buyback Saham, CAR Tetap Kuat di Level 22,86%

BRI Jalankan Buyback Saham, CAR Tetap Kuat di Level 22,86%

Bogor | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:46 WIB

Adhyaksa FC Jajaki Stadion Tuah Pahoe sebagai Kandang untuk Super League 2026/2027

Adhyaksa FC Jajaki Stadion Tuah Pahoe sebagai Kandang untuk Super League 2026/2027

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:45 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat

Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Demam Piala Dunia Dimulai: Dari Stadion ke Kebahagiaan Hidup yang Bermakna

Demam Piala Dunia Dimulai: Dari Stadion ke Kebahagiaan Hidup yang Bermakna

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:35 WIB

Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius

Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:35 WIB