- Delvis Rettob ditetapkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026-2028 dalam MPA di NTT pada Selasa, 28 Juli 2026.
- Penetapan dilakukan secara aklamasi oleh Panitia Ad Hoc setelah melalui rangkaian sidang dua putaran yang dinamis.
- Pemilihan ini diiringi lagu Glenn Fredly yang membawa suasana haru serta menjadi harapan baru bagi organisasi mahasiswa.
Suara.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia atau PMKRI Sanctus Thomas Aquinas, baru saja menetapkan Delvis Rettob sebagai nakhoda baru organisasi berlambang baret merah tersebut untuk periode 2026-2028.
Momen krusial ini terjadi di tengah pelaksanaan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) PPO Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ada yang berbeda dalam prosesi penetapan ketua umum baru organisasi mahasiswa ekstra kampus tertua di Indonesia ini.
Jika biasanya ruang sidang dipenuhi dengan perdebatan instruksi yang sengit, suasana berubah menjadi syahdu ketika sebuah melodi familiar mulai terdengar.
Lagu 'Tinggikan' yang dipopulerkan musisi asal Maluku, Glenn Fredly, mengiringi momen bersejarah dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Gelanggang Olahraga PPO Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2026).
Pemilihan lagu ini seolah menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi seluruh kader PMKRI dari Sabang sampai Merauke.
Liriknya yang bermakna mendalam tentang perjuangan dan martabat manusia menyatu dengan semangat para peserta sidang yang telah berhari-hari mengikuti rangkaian MPA.
Lagu itu diputar sesaat setelah forum menetapkan Delvis Rettob dari PMKRI Cabang Ambon sebagai Mandataris MPA, Formatur Tunggal sekaligus Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028.
Sontak, alunan lagu tersebut membuat jalannya sidang terhenti sejenak. Para peserta, khususnya pendukung Delvis, larut dalam suasana haru.
Tangis dan pelukan mewarnai ruang sidang sebagai ungkapan sukacita atas hasil pemilihan. Bagi banyak kader, terpilihnya Delvis yang berasal dari Cabang Ambon merupakan representasi dari kekuatan kolektif kader-kader daerah yang siap berkontribusi di kancah nasional.
Perjalanan Delvis Rettob menuju kursi nomor satu di PP PMKRI tidaklah singkat. Ia harus melewati berbagai tahapan verifikasi, pemaparan visi-misi, hingga uji kelayakan di hadapan ratusan delegasi cabang dari seluruh Indonesia.
Penetapan Delvis mengakhiri rangkaian pemilihan Ketua Presidium PP PMKRI yang berlangsung dalam dua putaran.
Dinamika sidang sempat memanas saat memasuki putaran kedua. Namun, situasi berubah ketika mekanisme organisasi mulai menemukan titik temu demi kepentingan bersama yang lebih besar.
Pada putaran kedua, hanya Delvis Rettob yang berada di ruang sidang, sementara satu calon lainnya tidak hadir.
Kondisi itu kemudian dibahas dalam forum untuk memastikan legalitas dan konstitusionalitas hasil akhir sidang.