Suara Denpasar - Beredar kabar Verrel Bramasta menangis haru, polisi temukan barang bukti pemukulan Venna Melinda di hotel serta Ferry Irawan resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kabar tersebut muncul dari akun YouTube Haba Artis yang mengunggah sebuah video dengan narasi di judul "HARI INI | TANGIS HARU VERRELL POLISI TEMUKAN BARANG PEMUKULAN VENNA DI HOTEL RESMI MENJADI TERSANGKA".
Video tersebut diunggah kanal YouTube Haba Artis pada 10 Januari 2023 dan telah ditonton oleh lebih dari 526 ribu penonton.
Dalam video berdurasi 3 menit tersebut juga terdapat thumbnail foto editan Verrel Bramasta, dan Ferry Irawan serta dua orang polisi dengan narasi "FERRY IRAWAN RESMI TERSANGKA VERREL MURKA TEMUKAN BARANG BAHAYA DI KAMAR."
Narator dalam video tersebut mengawali dengan tampilan potongan video Varrel Bramasta yang terlihat kesal dengan seseorang.
Selanjutnya narator mengatakan bahwa Ferry Irawan melakukan tindakan keji dengan memukul Venna Melinda.
Kemudian, dikatakan bahwa Varrell Bramasta melayangkan surat ke kepolisian hingga Ferry Irawan menjadi tersangka. Selain itu, dikatakan pula Varrel sangat marah dengan sikap ayah tirinya itu.
Tak sampai disana, narator mengungkapkan bahwa usai diperiksa Ferry Irawan mengaku telah melakukan penganiayaan ke Venna Melinda dan beredar kabar CCTV KDRT telah viral.
Lalu apakah klaim kalau polisi menemukan barang pemukulan Venna Melinda di hotel serta Ferry Irawan sudah jadi tersangka adalah hal yang benar?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran, video yang mengklaim Ferry Irawan sudah jadi tersangka adalah tidak benar.
Faktanya, sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan jika cukup bukti barulah Ferry Irawan akan ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini status aktor lawas itu masih sebagai saksi terlapor.
Selain itu, antara isi video dengan judul dan thumbnail dalam video tersebut tidak sama.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tentang klaim Ferry Irawan telah jadi tersangka dan polisi temukan barang pemukulan Venna Melinda itu termasuk ke dalam konten manipulasi atau hoax.***